RSS

Indonesia


Indonesia
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Perlindungan dari pemindahan

Untuk kegunaan lain dari Indonesia, lihat Indonesia (disambiguasi).

RI beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain dari RI, lihat RI (disambiguasi).

Republik Indonesia

Bendera Lambang
Motto: Bhinneka Tunggal Ika
(Bahasa Jawa Kuna: "Berbeda-beda tetapi tetap Satu")
Ideologi nasional: Pancasila
Lagu: Indonesia Raya
Ibu kota
(dan kota terbesar) Jakarta
Bahasa resmi Bahasa Indonesia
Pemerintahan Republik presidensiil
- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
- Wakil Presiden Jusuf Kalla
Kemerdekaan
- Diproklamasikan 17 Agustus 1945
- Diakui (sebagai RIS) 27 Desember 1949
- Kembali ke RI 17 Agustus 1950
Luas
- Total 1,904,569 km2 (15)
1 sq mi
- Air (%) 4,85%
Penduduk
- 19 Juni 2009 memperkirakan 230.472.833[1] (4)
- 2000 sensus 206.264.595
- Kepadatan 134/km2 (84)
347/sq mi
PDB (KKB) 2007 estimate
- Total US$1.038 miliar[2] (15)
- Per kapita US$4.356[3] (114)
PDB (nominal) 2007 estimate
- Total US$408 miliar[2]
- Per kapita US$1.812[3]
IPM (2004) 0,711 (menengah) (108)
Mata uang Rupiah (Rp) (IDR)
Zona waktu WIB, WITA, WIT (UTC+7, +8, +9)
Menyetir di kiri
TLD .id
Kode telepon 62
lihat • bicara • sunting
Sejak abad ke-1 kapal dagang Indonesia telah berlayar jauh, bahkan sampai ke Afrika. Berkas: relief kapal di candi Borobudur, k. 800 M.

Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, terletak di garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Karena letaknya yang berada di antara dua benua, dan dua samudra, ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Terdiri dari 17.508 pulau, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006,[4] Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.

Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah sekitar 350 tahun penjajahan Belanda, Indonesia menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.

Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi besar dan wilayah yang padat, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Etimologi
* 2 Sejarah
* 3 Politik dan pemerintahan
* 4 Pembagian administratif
* 5 Geografi
* 6 Ekonomi
* 7 Peringkat internasional
* 8 Demografi
* 9 Budaya
* 10 Ekologi di Indonesia
* 11 Rujukan
* 12 Pranala luar

Etimologi

Lihat pula: Sejarah nama Indonesia

Kata "Indonesia" berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti "Hindia" dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti "pulau".[5] Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat.[6] Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu".[7] Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India.[8] Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indië), atau Hindia (Indië); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda).[9]

Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkungan akademik di luar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi politik.[10] Adolf Bastian dari Universitas Berlin mempopulerkan nama ini melalui buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels, 1884–1894. Pelajar Indonesia pertama yang menggunakannya ialah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), yaitu ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch Pers Bureau di tahun 1913.[6]

Sejarah

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah Indonesia

Lihat pula: Sejarah Nusantara

Peninggalan fosil-fosil Homo erectus, yang oleh antropolog juga dijuluki "Manusia Jawa", menimbulkan dugaaan bahwa kepulauan Indonesia telah mulai berpenghuni pada antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu.[11] Bangsa Austronesia, yang membentuk mayoritas penduduk pada saat ini, bermigrasi ke Asia Tenggara dari Taiwan. Mereka tiba di sekitar 2000 SM, dan menyebabkan bangsa Melanesia yang telah ada lebih dahulu di sana terdesak ke wilayah-wilayah yang jauh di timur kepulauan.[12] Kondisi tempat yang ideal bagi pertanian, dan penguasaan atas cara bercocok tanam padi setidaknya sejak abad ke-8 SM,[13] menyebabkan banyak perkampungan, kota, dan kerajaan-kerajaan kecil tumbuh berkembang dengan baik pada abad pertama masehi. Selain itu, Indonesia yang terletak di jalur perdagangan laut internasional dan antar pulau, telah menjadi jalur pelayaran antara India dan China selama beberapa abad.[14] Sejarah Indonesia selanjutnya mengalami banyak sekali pengaruh dari kegiatan perdagangan tersebut.[15]

Di bawah pengaruh agama Hindu dan Buddha, beberapa kerajaan terbentuk di pulau Sumatra dan Jawa sejak abad ke-4 hingga abad ke-14. Tarumanagara, sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M, merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang meninggalkan catatan sejarah. Pemerintahan Tarumanagara dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda dari tahun 669 M sampai 1579 M. Sriwijaya muncul di abad ke-7 sebagai kerajaan maritim yang perkasa dengan kekuasaannya mengontrol perdagangan di Selat Malaka dan sekitarnya.[16] Antara abad ke-8 dan ke-10, wangsa-wangsa Syailendra dan Sanjaya berhasil mengembangkan kerajaan-kerajaan berbasis agrikultur di Jawa, dengan peninggalan bersejarahnya seperti candi Borobudur dan candi Prambanan. Di akhir abad ke-13, Majapahit berdiri di bagian timur pulau Jawa. Di bawah pimpinan mahapatih Gajah Mada, kekuasaannya meluas sampai hampir meliputi wilayah Indonesia kini; dan sering disebut "Zaman Keemasan" dalam sejarah Indonesia.[17]

Kedatangan pedagang-pedagang Arab dan Persia melalui Gujarat, India, kemudian membawa agama Islam. Selain itu pelaut-pelaut Tiongkok yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho (Zheng He) yang beragama Islam, juga pernah menyinggahi wilayah ini pada awal abad ke-15.[18]

Ketika orang-orang Eropa datang pada awal abad ke-16, mereka menemukan beberapa kerajaan yang dengan mudah dapat mereka kuasai demi mendominasi perdagangan rempah-rempah. Portugis pertama kali mendarat di dua pelabuhan Kerajaan Sunda yaitu Banten dan Sunda Kelapa, tapi dapat diusir dan bergerak ke arah timur dan menguasai Maluku. Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara Eropa lainnya, mengalahkan Britania Raya dan Portugal (kecuali untuk koloni mereka, Timor Portugis). Pada masa itulah agama Kristen masuk ke Indonesia sebagai salah satu misi imperialisme lama yang dikenal sebagai 3G, yaitu Gold, Glory, and Gospel.[19] Belanda menguasai Indonesia sebagai koloni hingga Perang Dunia II, awalnya melalui VOC, dan kemudian langsung oleh pemerintah Belanda sejak awal abad ke-19.
Johannes van den Bosch, pencetus Cultuurstelsel

Di bawah sistem Cultuurstelsel (Sistem Penanaman) pada abad ke-19, perkebunan besar dan penanaman paksa dilaksanakan di Jawa, akhirnya menghasilkan keuntungan bagi Belanda yang tidak dapat dihasilkan VOC. Pada masa pemerintahan kolonial yang lebih bebas setelah 1870, sistem ini dihapus. Setelah 1901 pihak Belanda memperkenalkan Kebijakan Beretika,[20] yang termasuk reformasi politik yang terbatas dan investasi yang lebih besar di Hindia-Belanda.

Pada masa Perang Dunia II, sewaktu Belanda dijajah oleh Jerman, Jepang menguasai Indonesia. Setelah mendapatkan Indonesia pada tahun 1942, Jepang melihat bahwa para pejuang Indonesia merupakan rekan perdagangan yang kooperatif dan bersedia mengerahkan prajurit bila diperlukan. Soekarno, Mohammad Hatta, KH. Mas Mansur, dan Ki Hajar Dewantara diberikan penghargaan oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943.

Pada Maret 1945 Jepang membentuk sebuah komite untuk kemerdekaan Indonesia; setelah perang Pasifik berakhir pada tahun 1945, di bawah tekanan organisasi pemuda, kelompok pimpinan Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda mengirimkan pasukan mereka.

Usaha-usaha berdarah untuk meredam pergerakan kemerdekaan ini kemudian dikenal sebagai 'aksi polisi' (Politionele Actie).[21] Belanda akhirnya menerima hak Indonesia untuk merdeka pada 27 Desember 1949 sebagai negara federal yang disebut Republik Indonesia Serikat setelah mendapat tekanan yang kuat dari kalangan internasional, terutamanya Amerika Serikat. Republik Indonesia Serikat bubar pada 17 Agustus 1950 dan Indonesia menjadi negara kesatuan kembali. Soekarno menjadi presiden pertama Indonesia dengan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden.

Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pemerintahan Soekarno mulai mengikuti gerakan non-blok pada awalnya dan kemudian dengan blok sosialis, misalnya Republik Rakyat Cina dan Yugoslavia. Tahun 1960-an menjadi saksi terjadinya konfrontasi militer terhadap negara tetangga, Malaysia ("Konfrontasi"),[22] dan ketidakpuasan terhadap kesulitan ekonomi yang semakin besar. Selanjutnya pada tahun 1965 meletus kejadian G30S yang menyebabkan kematian 6 orang jenderal dan sejumlah perwira menengah lainnya. Muncul kekuatan baru yang menyebut dirinya Orde Baru yang segera menuduh Partai Komunis Indonesia sebagai otak di belakang kejadian ini dan bermaksud menggulingkan pemerintahan yang sah serta mengganti ideologi nasional berdasarkan paham sosialis-komunis. Tuduhan ini sekaligus dijadikan alasan untuk menggantikan pemerintahan lama di bawah Presiden Soekarno.
Sukarno, presiden pertama Indonesia

Jenderal Soeharto menjadi presiden pada tahun 1967 dengan alasan untuk mengamankan negara dari ancaman komunisme. Sementara itu kondisi fisik Soekarno kini sendiri makin melemah. Setelah Soeharto berkuasa, ratusan ribu warga Indonesia yang dicurigai terlibat pihak komunis dibunuh, sementara masih banyak lagi warga Indonesia yang sedang berada di luar negeri, tidak berani kembali ke tanah air, dan akhirnya dicabut kewarganegaraannya. 32 tahun masa kekuasaan Soeharto dinamakan Orde Baru, sementara masa pemerintahan Soekarno disebut Orde Lama.

Soeharto menerapkan ekonomi neoliberal dan berhasil mendatangkan investasi luar negeri yang besar untuk masuk ke Indonesia dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar, meski tidak merata, di Indonesia. Pada awal rezim Orde Baru kebijakan ekomomi Indonesia disusun oleh sekelompok ekonom-ekonom lulusan departemen ekonomi Universitas California, Berkeley, yang dipanggil "Mafia Berkeley".[23] Namun, Soeharto menambah kekayaannya dan keluarganya melalui praktik korupsi, kolusi dan nepotisme yang meluas dan dia akhirnya dipaksa turun dari jabatannya setelah aksi demonstrasi besar-besaran dan kondisi ekonomi negara yang memburuk pada tahun 1998.

Dari 1998 hingga 2001, Indonesia mempunyai tiga presiden: Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. Pada tahun 2004 pemilu satu hari terbesar di dunia[24] diadakan dan dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono.

Indonesia kini sedang mengalami masalah-masalah ekonomi, politik dan pertikaian bernuansa agama di dalam negeri, dan beberapa daerah sedang berusaha untuk mendapatkan kemerdekaan, yaitu Aceh dan Papua. Timor Timur akhirnya resmi memisahkan diri pada tahun 2002 setelah 24 tahun bersatu dengan Indonesia dan 3 tahun di bawah administrasi PBB menjadi negara Timor Leste.

Pada Desember 2004 dan Maret 2005, Aceh dan Nias dilanda dua gempa bumi besar yang totalnya menewaskan ratusan ribu jiwa. (Lihat Gempa bumi Samudra Hindia 2004 dan Gempa bumi Sumatra Maret 2005.) Kejadian ini disusul oleh gempa bumi di Yogyakarta dan tsunami yang menghantam pantai Pangandaran dan sekitarnya, serta banjir lumpur di Sidoarjo pada 2006 yang tidak kunjung terpecahkan.

Politik dan pemerintahan

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Politik Indonesia

Gedung MPR-DPR.
Istana Negara, bagian dari Istana Kepresidenan Jakarta.

Indonesia menjalankan pemerintahan republik presidensial multipartai yang demokratis. Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kekuasaan legislatif dipegang oleh sebuah lembaga bernama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang terdiri dari dua badan yaitu DPR yang anggota-anggotanya terdiri dari wakil-wakil Partai Politik dan DPD yang anggota-anggotanya mewakili provinsi yang ada di Indonesia. Setiap daerah diwakili oleh 4 orang yang dipilih langsung oleh rakyat di daerahnya masing-masing.

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) adalah lembaga tertinggi negara. Namun setelah amandemen ke-4 MPR bukanlah lembaga tertinggi lagi. Keanggotaan MPR berubah setelah Amandemen UUD 1945 pada periode 1999-2004. Seluruh anggota MPR adalah anggota DPR, ditambah dengan anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah).[25] Anggota DPR dan DPD dipilih melalui pemilu dan dilantik dalam masa jabatan lima tahun. Sejak 2004, MPR adalah sebuah parlemen bikameral, setelah terciptanya DPD sebagai kamar kedua. Sebelumnya, anggota MPR adalah seluruh anggota DPR ditambah utusan golongan. MPR saat ini diketuai oleh Hidayat Nur Wahid. Anggota MPR saat terdiri dari 550 anggota DPR dan 128 anggota DPD. DPR saat ini diketuai oleh Agung Laksono, sedangkan DPD saat ini diketuai oleh Ginandjar Kartasasmita.

Lembaga eksekutif berpusat pada presiden, wakil presiden, dan kabinet. Kabinet di Indonesia adalah Kabinet Presidensiil sehingga para menteri bertanggung jawab kepada presiden dan tidak mewakili partai politik yang ada di parlemen. Meskipun demikian, Presiden saat ini yakni Susilo Bambang Yudhoyono yang diusung oleh Partai Demokrat juga menunjuk sejumlah pemimpin Partai Politik untuk duduk di kabinetnya. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pemerintahan mengingat kuatnya posisi lembaga legislatif di Indonesia. Namun pos-pos penting dan strategis umumnya diisi oleh Menteri tanpa portofolio partai (berasal dari seseorang yang dianggap ahli dalam bidangnya).

Lembaga Yudikatif sejak masa reformasi dan adanya amandemen UUD 1945 dijalankan oleh Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Konstitusi, termasuk pengaturan administrasi para hakim. Meskipun demikian keberadaan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tetap dipertahankan.

Pembagian administratif

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar provinsi Indonesia

Aceh
Sumatera
Utara
Sumatera
Barat
Riau
Kep.
Riau
Kep. Bangka
Belitung
Jambi
Sumatera
Selatan
Bengkulu
Lampung
Banten
DKI Jakarta
Jawa
Barat
Jawa
Tengah
DI Yogyakarta
Jawa
Timur
Bali
Nusa Tenggara
Barat
Nusa Tenggara
Timur
Kalimantan
Barat
Kalimantan
Tengah
Kalimantan
Timur
Kalimantan
Selatan
Sulawesi
Utara
Maluku
Utara
Sulawesi
Tengah
Gorontalo
Sulawesi
Barat
Sulawesi
Selatan
Sulawesi
Tenggara
Maluku
Papua
Barat
Papua

Indonesia saat ini terdiri dalam 33 provinsi, lima di antaranya daerah istimewa. Tiap provinsi memiliki badan legislatur dan gubernur. Provinsi dibagi menjadi kabupaten dan kota, yang dibagi lagi menjadi kecamatan dan lagi menjadi kelurahan dan desa.

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, DKI Jakarta, D.I. Yogyakarta, Papua, dan Papua Barat memiliki hak istimewa legislatur yang lebih besar dan tingkat otonomi yang lebih tinggi dari pemerintahan pusat daripada provinsi lainnya. Contohnya, pemerintahan Nanggroe Aceh Darussalam memiliki hak untuk membentuk sistem legal sendiri; pada tahun 2003, Aceh mula menetapkan hukum Syariah.[26] Yogyakarta mendapatkan status Daerah Khusus sebagai pengakuan terhadap peran penting Yogyakarta dalam mendukung Indonesia selama Revolusi Indonesia.[27] Provinsi Papua, sebelumnya disebut Irian Jaya, mendapat status otonomi khusus tahun 2001.[28] Jakarta adalah daerah khusus ibukota negara. Timor Portugis digabungkan ke dalam wilayah Indonesia dan menjadi provinsi Timor Timur pada 1979–1999, yang kemudian memisahkan diri melalui referendum menjadi Negara Timor Leste.[29]

Provinsi di Indonesia dan ibukotanya

Sumatra

* Nanggroe Aceh Darussalam - Banda Aceh
* Sumatra Utara - Medan
* Sumatra Barat - Padang
* Riau - Pekanbaru
* Kepulauan Riau - Tanjung Pinang
* Jambi - Jambi
* Sumatra Selatan - Palembang
* Kepulauan Bangka Belitung - Pangkal Pinang
* Bengkulu - Bengkulu
* Lampung - Bandar Lampung

Jawa

* Daerah Khusus Ibukota Jakarta - Jakarta
* Banten - Serang
* Jawa Barat - Bandung
* Jawa Tengah - Semarang
* Daerah Istimewa Yogyakarta - Yogyakarta
* Jawa Timur - Surabaya

Kepulauan Sunda Kecil

* Bali - Denpasar
* Nusa Tenggara Barat - Mataram
* Nusa Tenggara Timur - Kupang



Kalimantan

* Kalimantan Barat - Pontianak
* Kalimantan Tengah - Palangkaraya
* Kalimantan Selatan - Banjarmasin
* Kalimantan Timur - Samarinda

Sulawesi

* Sulawesi Utara - Manado
* Gorontalo - Gorontalo
* Sulawesi Tengah - Palu
* Sulawesi Barat - Mamuju
* Sulawesi Selatan - Makassar
* Sulawesi Tenggara - Kendari

Maluku

* Maluku - Ambon
* Maluku Utara - Ternate

Papua

* Papua Barat - Manokwari
* Papua - Jayapura

Geografi

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Geografi Indonesia

Lihat pula: Peta Asia dan Jumlah pulau di Indonesia
Peta Indonesia

Indonesia memiliki 17.504 pulau besar dan kecil, sekitar 6000 di antaranya tidak berpenghuni[30], yang menyebar disekitar khatulistiwa, yang memberikan cuaca tropis. Posisi Indonesia terletak pada koordinat 6°LU - 11°08'LS dan dari 95°'BB - 141°45'BT serta terletak di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia/Oseania.

Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Luas daratan Indonesia adalah 1.922.570 km² dan luas perairannya 3.257.483 km². Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, di mana setengah populasi Indonesia hidup. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa dengan luas 132.107 km², Sumatera dengan luas 473.606 km², Kalimantan dengan luas 539.460 km², Sulawesi dengan luas 189.216 km², dan Papua dengan luas 421.981 km². Batas wilayah Indonesia searah penjuru mata angin, yaitu:
Utara Negara Malaysia, Singapura, Filipina, dan Laut Cina Selatan
Selatan Negara Australia, Timor Leste, dan Samudra Indonesia
Barat Samudra Indonesia
Timur Negara Papua Nugini, Timor Leste, dan Samudra Pasifik

Lokasi Indonesia juga terletak di lempeng tektonik, yang berarti Indonesia rawan terkena gempa bumi dan dapat menimbulkan tsunami.[31] Indonesia juga banyak memiliki gunung berapi[32], salah satu yang sangat terkenal adalah gunung Krakatau, terletak di selat Sunda antara pulau Sumatra dan Jawa.

Ekonomi

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Ekonomi Indonesia

Monumen Nasional.
Protes melawan IMF, organisasi yang terlibat dalam proses pemulihan ekonomi Indonesia, di Jakarta.

Sistem ekonomi Indonesia awalnya didukung dengan diluncurkannya Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) yang menjadi mata uang pertama Republik Indonesia, yang selanjutnya berganti menjadi Rupiah.

Pada masa pemerintahan Orde Lama, Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi sistem ekonomi kapitalis, namun juga memadukannya dengan nasionalisme ekonomi. Pemerintah yang belum berpengalaman, masih ikut campur tangan ke dalam beberapa kegiatan produksi yang berpengaruh bagi masyarakat banyak. Hal tersebut, ditambah pula kemelut politik, mengakibatkan terjadinya ketidakstabilan pada ekonomi negara.[33]

Pemerintahaan Orde Baru segera menerapkan disiplin ekonomi yang bertujuan menekan inflasi, menstabilkan mata uang, penjadualan ulang hutang luar negeri, dan berusaha menarik bantuan dan investasi asing.[33] Pada era tahun 1970-an harga minyak bumi yang meningkat menyebabkan melonjaknya nilai ekspor, dan memicu tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata yang tinggi sebesar 7% antara tahun 1968 sampai 1981.[33] Reformasi ekonomi lebih lanjut menjelang akhir tahun 1980-an, antara lain berupa deregulasi sektor keuangan dan pelemahan nilai rupiah yang terkendali,[33] selanjutnya mengalirkan investasi asing ke Indonesia khususnya pada industri-industri berorientasi ekspor pada antara tahun 1989 sampai 1997[34] Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada saat itu,[35] yang disertai pula berakhirnya masa Orde Baru dengan pengunduran diri Presiden Soeharto tanggal 21 Mei 1998.

Saat ini ekonomi Indonesia telah cukup stabil. Pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2004 dan 2005 melebihi 5% dan diperkirakan akan terus berlanjut.[36] Namun demikian, dampak pertumbuhan itu belum cukup besar dalam mempengaruhi tingkat pengangguran, yaitu sebesar 9,75%.[37][38] Perkiraan tahun 2006, sebanyak 17,8% masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan, dan terdapat 49,0% masyarakat yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS$2 per hari.[39]

Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar di luar Jawa, termasuk minyak mentah, gas alam, timah, tembaga, dan emas. Indonesia pengekspor gas alam terbesar kedua di dunia, meski akhir-akhir ini ia telah mulai menjadi pengimpor bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang utama termasuk beras, teh, kopi, rempah-rempah, dan karet.[40] Sektor jasa adalah penyumbang terbesar PDB, yang mencapai 45,3% untuk PDB 2005. Sedangkan sektor industri menyumbang 40,7%, dan sektor pertanian menyumbang 14,0%.[41] Meskipun demikian, sektor pertanian mempekerjakan lebih banyak orang daripada sektor-sektor lainnya, yaitu 44,3% dari 95 juta orang tenaga kerja. Sektor jasa mempekerjakan 36,9%, dan sisanya sektor industri sebesar 18,8%.[42]

Rekan perdagangan terbesar Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara jirannya yaitu Malaysia, Singapura dan Australia.

Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan oleh korupsi yang merajalela dalam pemerintahan. Lembaga Transparency International menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke-143 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi, yang dikeluarkannya pada tahun 2007.[43]

Bank sentral Indonesia yaitu Bank Indonesia.

Peringkat internasional
Organisasi Nama Survey Peringkat
Heritage Foundation/The Wall Street Journal Indeks Kebebasan Ekonomi 110 dari 157[44]
The Economist Indeks Kualitas Hidup 71 dari 111[45]
Reporters Without Borders Indeks Kebebasan Pers 103 dari 168[46]
Transparency International Indeks Persepsi Korupsi 143 dari 179[47]
United Nations Development Programme Indeks Pembangunan Manusia 108 dari 177[48]
Forum Ekonomi Dunia Laporan Daya Saing Global 51 dari 122[49]

Demografi

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Demografi Indonesia

Menurut sensus penduduk 2000, Indonesia memiliki populasi sekitar 206 juta,[50] dan diperkirakan pada tahun 2006 berpenduduk 222 juta.[4] 130 juta (lebih dari 50%) tinggal di Pulau Jawa yang merupakan pulau berpenduduk terbanyak sekaligus pulau dimana ibukota Jakarta berada.[51] Sebagian besar (95%) penduduk Indonesia adalah bangsa Melayu,[52] dan terdapat juga kelompok-kelompok suku Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia terutama di Indonesia bagian Timur. Banyak penduduk Indonesia yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda atau Batak.

Selain itu juga ada penduduk pendatang yang jumlahnya minoritas diantaranya adalah etnis Tionghoa, India, dan Arab. Mereka sudah lama datang ke nusantara dengan jalur perdagangan sejak abad ke 8 SM dan menetap menjadi bagian dari Nusantara. Di Indonesia terdapat sekitar 4 juta populasi etnis Tionghoa.[52] Angka ini berbeda-beda karena hanya pada tahun 1930-an terakhir kalinya pemerintah melakukan sensus dengan menggolong-golongkan masyarakat Indonesia ke dalam suku bangsa dan keturunannya.

Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.[40] Sisanya beragama Protestan (8,9%), Katolik (3%), Hindu (1,8%), Buddha (0,8%), dan lain-lain (0,3%). Selain agama-agama tersebut, pemerintah Indonesia juga secara resmi mengakui Konghucu.[53]

Kebanyakan penduduk Indonesia bertutur dalam bahasa daerah sebagai bahasa ibu, namun bahasa resmi Indonesia, bahasa Indonesia, diajarkan di seluruh sekolah-sekolah di negara ini dan dikuasai oleh hampir seluruh penduduk Indonesia.
l • d • s
Kota-kota besar di Indonesia
Kota Provinsi Populasi Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta DKI Jakarta 8.839.247 Indonesia
Indonesia 7 Semarang Jawa Tengah 1.352.869
2 Surabaya Jawa Timur 2.611.506 8 Depok Jawa Barat 1.339.263
3 Bandung Jawa Barat 2.288.570 9 Palembang Sumatra Selatan 1.323.169
4 Medan Sumatra Utara 2.029.797 10 Makassar Sulawesi Selatan 1.168.258
5 Bekasi Jawa Barat 1.940.308 11 Bogor Jawa Barat 891.467
6 Tangerang Banten 1.451.595 12 Bandar Lampung Lampung 790.057
Sumber: [1]

Budaya

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Budaya Indonesia

Lukisan Candi Prambanan yang berasal dari masa pemerintahan Raffles.
Wayang kulit warisan budaya Jawa.

Indonesia memiliki sekitar 300 kelompok etnis, tiap etnis memiliki budaya yang berkembang selama berabad-abad, dipengaruhi oleh kebudayaan India, Arab, Cina, dan Eropa, termasuklah kebudayaan sendiri yaitu Melayu. Contohnya tarian Jawa dan Bali tradisional memiliki aspek budaya dan mitologi Hindu, seperti wayang kulit yang menampilkan kisah-kisah tentang kejadian mitologis Hindu Ramayana dan Baratayuda. Banyak juga seni tari yang berisikan nilai-nilai Islam. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di daerah Sumatera seperti tari Ratéb Meuseukat dan tari Seudati dari Nanggroe Aceh Darussalam.

Seni pantun, gurindam, dan sebagainya dari pelbagai daerah seperti pantun Melayu, dan pantun-pantun lainnya acapkali dipergunakan dalam acara-acara tertentu yaitu perhelatan, pentas seni, dan lain-lain.

Di bidang busana warisan budaya yang terkenal di seluruh dunia adalah kerajinan batik. Beberapa daerah yang terkenal akan industri batik meliputi Yogyakarta, Surakarta, Cirebon, Pandeglang, Garut, Tasikmalaya dan juga Pekalongan. Kerajinan batik ini pun diklaim oleh Malaysia dengan industri batiknya.[54] Busana asli Indonesia dari Sabang sampai Merauke lainnya dapat dikenali dari ciri-cirinya yang dikenakan di setiap daerah antara lain baju kurung dengan songketnya dari Sumatera Barat (Minangkabau), kain ulos dari Sumatra Utara (Batak), busana kebaya, busana khas Dayak di Kalimantan, baju bodo dari Sulawesi Selatan, busana berkoteka dari Papua dan sebagainya.

Pengaruh yang paling dominan dalam arsitektur Indonesia adalah arsitektur India; namun terdapat pula pengaruh dari arsitektur Tiongkok, Arab, dan Eropa.

Olahraga yang paling populer di Indonesia adalah bulu tangkis/badminton dan sepak bola; Liga Super Indonesia adalah liga klub sepak bola utama di Indonesia. Olahraga tradisional termasuk sepak takraw dan karapan sapi di Madura. Di wilayah dengan sejarah perang antar suku, kontes pertarungan diadakan, seperti caci di Flores, dan pasola di Sumba. Pencak silat adalah seni bela diri yang unik yang berasal dari wilayah Indonesia. Seni bela diri ini kadang-kadang ditampilkan pada acara-acara pertunjukkan yang biasanya diikuti dengan musik tradisional Indonesia berupa gamelan dan seni musik tradisional lainnya sesuai dengan daerah asalnya. Olahraga di Indonesia biasanya berorientasi pada pria dan olahraga spektator sering berhubungan dengan judi yang ilegal di Indonesia.[55] Seni musik di Indonesia, baik tradisional maupun modern sangat banyak terbentang dari Sabang hingga Merauke.

Setiap provinsi di Indonesia memiliki musik tradisional dengan ciri khasnya tersendiri. Musik tradisional termasuk juga keroncong yang berasal dari keturunan Portugis di daerah Tugu, Jakarta,[56] yang dikenal oleh semua rakyat Indonesia bahkan hingga ke mancanegara. Ada juga musik yang merakyat di Indonesia yang dikenal dengan nama dangdut yang dipengaruhi oleh musik Arab, India, dan Melayu.

Alat musik tradisional yang merupakan alat musik khas Indonesia memiliki banyak ragam dari pelbagai daerah di Indonesia, namun banyak pula dari alat musik tradisional Indonesia 'dicuri' oleh negara lain[57] untuk kepentingan penambahan budaya dan seni musiknya sendiri dengan mematenkan hak cipta seni budaya dari Indonesia. Alat musik tradisional Indonesia antara lain meliputi:

* Angklung
* Bende
* Calung
* Dermenan
* Gamelan
* Gandang Tabuik
* Gendang Bali



* Gendang Karo
* Gendang Melayu
* Gong Kemada
* Gong Lambus
* Jidor
* Kecapi Suling
* Kendang Jawa



* Kenong
* Kulintang
* Rebab
* Rebana
* Saluang
* Saron
* Sasando



* Serunai
* Seurune Kale
* Suling Lembang
* Suling Sunda
* Talempong
* Tanggetong
* Tifa, dan sebagainya

Beberapa makanan Indonesia: soto ayam, sate kerang, telor pindang, perkedel dan es teh manis.

Masakan Indonesia bervariasi bergantung pada wilayahnya.[58] Nasi adalah makanan pokok dan dihidangkan dengan lauk daging dan sayur. Bumbu (terutama cabai), santan, ikan dan ayam adalah bahan yang penting.[59] Popularitas industri film Indonesia memuncak pada tahun 1980-an dan mendominasi bioskop di Indonesia,[60] meskipun kepopulerannya berkurang pada awal tahun 1990-an.[61] Antara tahun 2000 hingga 2005, jumlah film Indonesia yang dirilis setiap tahun meningkat.[60]

Bukti tulisan tertua di Indonesia adalah berbagai prasasti berbahasa Sanskerta pada abad ke-5 Masehi. Figur penting dalam sastra modern Indonesia termasuk: pengarang Belanda Multatuli yang mengkritik perlakuan Belanda terhadap Indonesia selama zaman penjajahan Belanda; Muhammad Yamin dan Hamka yang merupakan penulis dan politikus pra-kemerdekaan;[62] dan Pramoedya Ananta Toer, pembuat novel Indonesia yang paling terkenal.[63] Banyak orang Indonesia memiliki tradisi lisan yang kuat, yang membantu mendefinisikan dan memelihara identitas budaya mereka.[64] Kebebasan pers di Indonesia meningkat setelah berakhirnya kekuasaan Presiden Soeharto. Stasiun televisi termasuk sepuluh stasiun televisi swasta nasional, dan jaringan daerah yang bersaing dengan stasiun televisi negeri TVRI. Stasiun radio swasta menyiarkan berita mereka dan program penyiaran asing. Dilaporkan terdapat 20 juta pengguna internet di Indonesia pada tahun 2007.[65] Penggunaan internet terbatas pada minoritas populasi, diperkirakan sekitar 8.5%.

Ekologi di Indonesia

Wilayah Indonesia memiliki keanekaragaman makhluk hidup yang tinggi sehingga oleh beberapa pihak wilayah ekologi Indonesia disebut dengan istilah "Mega biodiversity" atau "keanekaragaman mahluk hidup yang tinggi"[66][67] umumnya dikenal sebagai Indomalaya atau Malesia bedasarkan penelitian bahwa 10 persen tumbuhan, 12 persen mamalia, 16 persen reptil, 17 persen burung, 25 persen ikan yang ada di dunia hidup di Indonesia, padahal luas Indonesia hanya 1,3 % dari luas Bumi. Kekayaan makhluk hidup Indonesia ranking ke-3 setelah Brasil dan Zaire. [68]

Daftar negara menurut jumlah penduduk

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari


Berikut adalah daftar negara-negara menurut jumlah penduduknya. Data ini berasal dari CIA World Factbook 2004 dan meskipun tidak selalu up to date namun setidaknya cukup akurat. Di daftar ini, daerah yang memiliki ketergantungan terhadap suatu negara diletakkan di bawah negara pemerintahnya; total jumlah penduduk juga diberikan, tetapi daftar ini disusun berdasarkan jumlah penduduk yang tidak termasuk daerah ketergantungan dan daerah-daerah yang dikuasai.

Daftar isi
[sembunyikan]
• 1 Daftar negara-negara termasuk daerah-daerah ketergantungan menurut jumlah penduduk
• 2 Catatan
• 3 Referensi
• 4 Lihat pula

Daftar negara-negara termasuk daerah-daerah ketergantungan menurut jumlah penduduk
Pos
Negara
Penduduk(Jiwa)

1 Republik Rakyat Cina
1.298.847.624

1.01 Hong Kong
6.855.125

1.02 Makau
445.286

1.t Total RRT 1.306.148.035
2 India
1.065.070.607

- Uni Eropa
495.128.529

3 Amerika Serikat
293.027.571

3.01 Puerto Riko
3.897.960

3.02 Guam
166.090
3.03 Kepulauan Virgin Amerika
108.775
3.04 Kepulauan Mariana Utara
78.252
3.05 Samoa Amerika
57.902
3.06 Atol Johnston
396
3.t Total AS 297.336.946
4 Indonesia
238.452.952
5 Brasil
184.101.109
6 Pakistan
159.196.336
7 Rusia
143.782.338
8 Bangladesh
141.340.476
9 Nigeria
137.253.133
10 Jepang
127.333.002
11 Meksiko
104.959.594
12 Filipina
86.241.697
13 Vietnam
82.689.518
14 Jerman
82.424.609
15 Mesir
76.117.421
16 Iran
69.018.924
17 Turki
68.893.918
18 Ethiopia
67.851.281
19 Thailand
64.865.523
20 Perancis
60.424.213
20.01 Réunion
766.153
20.02 Guadeloupe
444.515
20.03 Martinique
429.510
20.04 Polinesia Perancis
266.339
20.05 Kaledonia Baru
213.679
20.06 Guyana Perancis
191.309
20.07 Mayotte
186.026
20.08 Wallis dan Futuna
15.880
20.09 Saint-Pierre dan Miquelon
6.995
20.t Total Perancis 62.944.619
21 Britania Raya (Inggris. Wales. Skotlandia & Irlandia Utara)
60.270.708
21.01 Jersey
90.502
21.02 Pulau Man
74.655
21.03 Guernsey
65.031
21.04 Bermuda
64.935
21.05 Kepulauan Cayman
43.103
21.06 Gibraltar
27.833
21.07 Kepulauan Virgin Britania
22.187
21.08 Kepulauan Turks dan Caicos
19.956
21.09 Anguilla
13.008
21.10 Montserrat
9.245
21.11 Saint Helena
7.415
21.12 Kepulauan Falkland
2.967
21.13 Kepulauan Pitcairn
46
21.t Total BR 60.711.591
22 Republik Demokratik Kongo
58.317.930
23 Italia
58.057.477
24 Korea Selatan
48.598.175
25 Ukraina
47.732.079
26 Myanmar
42.720.196
27 Afrika Selatan
42.718.530
28 Kolombia
42.310.775
29 Spanyol
40.280.780
30 Sudan
39.148.162
31 Argentina
39.144.753
32 Polandia
38.626.349
33 Tanzania
36.588.225
34 Kanada
32.507.874
35 Maroko
32.209.101
35.01 Sahara Barat
267.405
35.t Total Maroko 32.209.101
36 Aljazair
32.476.506
37 Kenya
32.021.856
38 Afganistan
28.513.677
39 Peru
27.544.305
40 Nepal
27.070.666
41 Uzbekistan
26.410.416
42 Uganda
26.404.543
43 Arab Saudi
25.795.938
44 Irak
25.374.691
45 Venezuela
25.017.387
46 Malaysia
23.522.482
47 Taiwan
22.749.838
48 Korea Utara
22.697.553
49 Rumania
22.355.551
50 Ghana
20.757.032
51 Yaman
20.024.867
52 Australia
19.913.144
52.01 Pulau Norfolk
1.841
52.02 Kepulauan Cocos
629
52.03 Pulau Natal
396
52.t Total AUS 19.916.010
53 Sri Lanka
19.905.165
54 Mozambik
18.811.731
55 Suriah
18.016.874
56 Madagaskar
17.501.871
57 Pantai Gading
17.327.724
58 Belanda
16.318.199
58.01 Antillen Belanda
218.126
58.02 Aruba
71.218
58.t Total Belanda 16.607.543
59 Kamerun
16.063.678
60 Chili
15.823.957
61 Kazakhstan
15.143.704
62 Guatemala
14.280.596
63 Burkina Faso
13.574.820
64 Kamboja
13.363.421
65 Ekuador
13.212.742
66 Zimbabwe
12.671.860
67 Mali
11.956.788
68 Malawi
11.906.855
69 Niger
11.360.538
70 Kuba
11.308.764
71 Angola
10.978.552
72 Senegal
10.852.147
73 Serbia dan Montenegro
10.825.900
74 Yunani
10.647.529
75 Portugal
10.524.145
76 Zambia
10.462.436
77 Belgia
10.348.276
78 Belarus
10.310.520
79 Ceko
10.246.178
80 Hungaria
10.032.375
81 Tunisia
9.974.722
82 Chad
9.538.544
83 Guinea
9.246.462
84 Swedia
8.986.400
85 Republik Dominika
8.833.634
86 Bolivia
8.724.156
87 Somalia
8.304.601
88 Austria
8.174.762
89 Rwanda
7.954.013
90 Azerbaijan
7.868.385
91 Haiti
7.656.166
92 Bulgaria
7.517.973
93 Swiss
7.450.867
94 Benin
7.250.033
95 Tajikistan
7.011.556
96 Honduras
6.823.568
97 El Salvador
6.587.541
98 Burundi
6.231.221
99 Israel
6.199.008
100 Paraguay
6.191.368
101 Laos
6.068.117
102 Sierra Leone
5.883.889
103 Libya
5.631.585
104 Yordania
5.611.202
105 Togo
5.556.812
106 Slowakia
5.423.567
107 Papua Nugini
5.420.280
108 Denmark
5.413.392
108.01 Greenland
56.384
108.02 Kepulauan Faroe
46.662
108.t Total DEN 5.516.438
109 Nikaragua
5.359.759
110 Finlandia
5.214.512
111 Kirgizia
5.081.429
112 Turkmenistan
4.863.169
113 Georgia
4.693.892
114 Norwegia
4.574.560
114.01 Svalbard
2.756
114.t Total NOR 4.577.316
115 Kroasia
4.496.869
116 Eritrea
4.447.307
117 Moldavia
4.446.455
118 Singapura
4.353.893
119 Bosnia-Herzegovina
4.007.608
120 Selandia Baru
3.993.817
120.01 Kepulauan Cook
21.200
120.02 Niue
2.156
120.03 Tokelau
1.405
120.t Total SEL 4.018.578
121 Republik Irlandia
3.969.558
122 Kosta Rika
3.956.507
123 Lebanon
3.777.218
124 Republik Afrika Tengah
3.742.482
125.01 Jalur Gaza
1.324.991
125.02 Tepi Barat
2.311.204
125.t Total Palestina 3.636.195
126 Lituania
3.607.899
127 Albania
3.544.808
128 Uruguay
3.399.237
129 Liberia
3.390.635
130 Panama
3.000.463
131 Mauritania
2.998.563
132 Republik Kongo
2.998.040
133 Armenia
2.991.360
134 Oman
2.903.165
135 Mongolia
2.751.314
136 Jamaika
2.713.130
137 Uni Emirat Arab
2.523.915
138 Latvia
2.306.306
139 Kuwait
2.257.549
140 Bhutan
2.185.569
141 Makedonia
2.071.210
142 Slovenia
2.011.473
143 Namibia
1.954.033
144 Lesotho
1.865.040
145 Botswana
1.561.973
146 Gambia
1.546.848
147 Guinea-Bissau
1.388.363
148 Gabon
1.355.246
149 Estonia
1.341.664
150 Mauritius
1.220.481
151 Swaziland
1.169.241
152 Trinidad dan Tobago
1.096.585
153 Timor Leste
1.019.252
154 Fiji
880.874
155 Qatar
840.290
156 Siprus
775.927
157 Guyana
705.803
158 Bahrain
677.886
159 Komoro
651.901
160 Kepulauan Solomon
523.617
161 Guinea Khatulistiwa
523.051
162 Djibouti
466.900
163 Luxemburg
462.690
164 Suriname
436.935
165 Tanjung Verde
415.294
166 Malta
396.851
167 Brunei
365.251
168 Maladewa
339.330
169 Bahama
299.697
170 Islandia
293.966
171 Barbados
278.289
172 Belize
272.945
173 Vanuatu
202.609
174 Sao Tome and Principe
181.565
175 Samoa
177.714
176 Saint Lucia
164.213
177 Saint Vincent dan Grenadines
117.193
178 Tonga
110.237
179 Federasi Mikronesia
108.155
180 Kiribati
100.798
181 Grenada
89.357
182 Seychelles
80.832
183 Andorra
69.865
184 Dominika
69.278
185 Antigua dan Barbuda
68.320
186 Kepulauan Marshall
57.738
187 Saint Kitts dan Nevis
38.836
188 Liechtenstein
33.436
189 Monako
32.270
190 San Marino
28.503
191 Palau
20.016
192 Nauru
12.809
193 Tuvalu
11.468
194 Vatikan
921
Catatan
Ke-194 negara yang ada di daftar ini adalah 191 negara anggota PBB ditambah dengan Taiwan, Vatikan dan Palestina.

Resume Akhlak Terhadap Orang Tua dan Kerabat


AKHLAK TERHADAP ORANG TUA DAN KERABAT

Sebelum kita membahas tentang akhlak terhadap orang tua dan kerabat, perlu kita ketahui bahwa akhlak terhadap orang tua dan kerabat itu termasuk kepada “akhlak terhadap manusia” dan akhlak terhadap manusia itu terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya:
(a) Akhlak terhadap diri sendiri,
(b) Akhlak terhadap orang lain, diantaranya:
(i) Akhlah terhadap rasulullah,
(ii) Akhlak terhadap orang tua,
(iii) Akhlak terhadap karib kerabat,
(iv) Akhlak terhadap tetangga, dan
(v) Akhlak terhadap masyarakat.
Yang akan kita bahas sekarang adalah akhlak terhadap orang tua dan karib kerabat. Ruang lingkup akhlak terhadap orang tua dan karib kerabat diantaranya:
(1) Akhlak terhadap Orang tua (birrul walidain), antara lain:
a. Mencintai mereka melebihi cinta kepada kerabat lainnya.
b. Merendahkan diri kepada keduanya diiringi perasaan kasih sayang.
c. Berkomunikasi dengan orang tua dengan khidmat, mempergunakan kata-kata yang lemah lembut.
d. Berbuat baik kepada ibu-bapak dengan sebiak-baiknya, dengan mengikuti nasehat baiknya, tidak menyinggung perasaan dan menyakiti hatinya, membuat ibu-bapak ridha.
e. Mendo’akan keselamatan dan keampunan bagi mereka kendatipun seorang atau kedua-duanya telah meninggal dunia.
(2) Akhlak terhadap Keluarga, Karib Kerabat, antara lain:
a. Saling membina rasa cinta dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga.
b. Saling menunaikan kewajiban untuk memperoleh hak.
c. Berbakti kepada ibu-bapak.
d. Mendidik anak-anak dengan kasih sayang.
e. Memelihara hubungan silaturahmi dan melanjutkan silaturahmi yang dibina orang tua yang telah meninggal.
Al Qur'an secara tegas mewajibkan manusia untuk berbakti kepada kedua
orang tuanya (Q/17:23). Berbakti kepada kedua orang tua (Birrul
walidain) merupakan alkhoir, yakni nilai kebaikan yang secara
universal diwajibkan oleh Tuhan. Artinya nilai kebaikan berbakti
kepada orang tua itu berlaku sepanjang zaman dan pada seluruh lapisan
masyarakat. Akan tetapi bagaimana caranya berbakti sudah termasuk
kategori al ma'ruf, yakni nilai kebaikan yang secara sosial diakui
oleh masyarakat pada suatu zaman dan suatu lingkungan. Sebagaimana dalam hadits di bawah ini:
Yang artinya : Dari Abdullah Ibnu Amar al-'Ash Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Keridhoan Allah tergantung kepada keridloan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua." Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim.
Dari arti hadits diatas, ada beberapa faedah (manfaat) yang dapat kita ambil, diantaranya :
1. Allah memiliki sifat Ridho.
Kita wajib meyakini bahwa Allah Subhanuhu wa Ta’ala memiliki sifat Ridlo, yang sifat ini berbeda dengan sifat Ridlo yang dimiliki oleh manusia.
2. Menunjukan betapa besar hak kedua orang tua atas anaknya.
Dalam hal ini Allah Subhanuhu wa Ta’ala mensejajarkan hak-Nya dengan hak dari kedua orang tua. Sebagaimana penjelasan didalam surat Al Luqman ayat ke 14 :
“ Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Dan hanya kepada Aku tempat kembalimu.”
Dan juga di dalam sural Al Asraa ayat yang ke 20 :
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak.”
3. Wajibnya seorang anak untuk membuat ridlo kedua orang tuanya dan haramnya membuat murka kedua orang tua.
Sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : “Celaka, celaka dan celakalah, orang yang masih menjumpai kedua orang tuanya ketika keduanya sudah tua, ataupun salah satu dari kedua orang tuanya, tetapi tidak dapat memasukkan dirinya ke dalam syurga”
Di dalam hadits yang lain, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim, dari Ibnu Mas’ud Radliyallaahu ‘anhu beliau berkata, saya bertanya kepada Rasullullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, Amalan apa yang paling dicintai oleh Allah Subhanuhu wa Ta’ala? Maka Beliau menjawab sholat tepat pada waktunya, kemudian saya bertanya lagi, kemudian apa ya Rosululloh? Beliau menjawab lagi, berbakti kepada kedua orang tua, kemudian apa lagi ya Rosulullah? Maka Beliau menjawab lagi, berjihad dijalan Alloh.
Kemudian di dalam hadits yang lain, yang juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Dari Abu Barkah, Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : “Tidakkah aku ingin kabarkan kepada kalian tentang dosa besar yang paling besar, yaitu perbuatan menyekutukan Allah Subhanuhu wa Ta’ala (syirik) dan menyakiti kedua orang tua”
4. Taat kepada orang tua hanya sebatas dalam hal yang baik.
Hal ini dikarenakan tidak ada ketaatan didalam kemaksiatan. Artinya seorang anak tidak boleh mentaati kedua orang tuanya sehingga meninggalkan perkara-perkara yang sifatnya kewjiban kepada Allah atau untuk bermaksiat kepada Allah Subhanuhu wa Ta’ala. Tetapi hal ini tidak menjadi alasan untuk tidak berbuat baik kepada orang tua.
Sebagaimana firman Allah dalam surat luqman ayat yang ke 15, yang artinya:
“Kalau kedua orang tuamu memaksa untuk menyekutukan Aku, dimana engkau tidak memiliki ilmu tentangnya, janganlah engkau taat kepadanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik”
Dan sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits yang pernah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam sampaikan :“Tidak ada ketaatan kepada makhluk didalam maksiat kepada Allah Subhanuhu wa Ta’ala”.
Kemudian di dalam perkara-perkara yang sifatnya mubah, Syehul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullahu Ta’ala, Beliau menyebutkan:
“Seandainya di dalam perkara mubah itu dia tidak taat kepada kedua orang tuanya sehingga membuat kedua orang tuanya tersebut terkena mudharat(berakibat buruk) maka, saat itu dia wajib taat kepada kedua orang tuanya tersebut, dan kemidian seandainya kedua orang tuanya tidak mendapat mudharat karena ketidak taatanya kepada kedua orang tuanya tersebut, maka dalam hal ini pun tetap seseorang tersebut, wajib untuk taat kepada kedua orang tuanya.”
Dalam hal ini al Qur 'anpun memberi batasan, misalnya seperti yang
disebutkan dalam surat al Isra, bahwa seorang anak tidak boleh
berkata kasar apalagi menghardik kepada kedua orang tuanya (Q/17: 23).
Seorang anak juga harus menunjukkan sikap berterima kasihnya kepada
kedua orang tua yang menjadi sebab kehadirannya di muka bumi. Di mata
Tuhan sikap terima kasih anak kepada orang tuanya dipandang sangat
penting, sampai perintah itu disampaikan senafas dengan perintah
bersyukur kepada-Nya (anisykur li wa liwa lidaika (Q/31:14)). Meski
demikian, kepatuhan seorang anak kepada orang tua dibatasi dengan
kepatuhannya kepada Tuhan. Jika orang tua menyuruh anaknya.
Melakukan hal-hal yang bertentangan dengan perintah Tuhan, maka sang
anak dilarang mematuhi perintah orang tua tersebut, seraya tetap
harus menghormatinya secara patut (ma'ruf) sebagai orang tua (Q/
31:15). Seorang anak, oleh Nabi juga dilarang berperkara secara
terbuka dengan orang tuanya di forum pengadilan, karena hubungan
anak dan orang tua bukan semata-mata hubungan hukum yang mengandung
dimensi kontrak sosial melainkan hubungan darah yang bernilai sakral.
Sementara itu orang tua harus adil dalam memberikan kasih sayangnya
kepada anak-anaknya. Diantara kewajiban orang tua kepada anak-anaknya
adalah; memberi nama yang baik, menafkahi, mendidik mereka dengan
agama (akhlak kehidupan) dan menikahkan jika sudah tiba waktunya.
Adapun jika orang tua sudah meninggal, maka kewajiban anak kepada
orang tua adalah (a) melaksanakan wasiatnya, (b) menjaga nama
baiknya, (c) meneruskan cita-citanya, (d) meneruskan silaturahmi
dengan handai tolannya, (e) memohonkan ampun kepada Tuhan.
Dalam hubungan dengan kerabat, secara umum semangat hubungan baiknya
sejalan dengan semangat keharusan berbakti kepada orang tua. Paman,
bibi, mertua dan seterusnya harus dideretkan dalam deretan orang tua,
saudara misan yang muda dan seterusnya dideretkan pada saudara muda
atau adik, yang tua dideretkan kepada kakak. Secara spesifik kerabat
harus didahulukan dibanding yang lain, misalnya jika seseorang
mengeluarkan zakat, kemudian diantara kerabatnya ada orang miskin
yang layak menerima zakat itu, maka ia harus didahulukan dibanding
orang miskin yang bukan kerabat. Semangat etik hubungan kekerabatan
diungkapkan oleh Rasulullah dengan kalimat menghormati kepada yang
lebih tua dan menyayangi kepada yang lebih muda. (laisa minna man lam
yuwagir kabirana wa lam yarham soghirana).

• Kedudukan Birrul Walidain.
Dalam Islam, birrul walidain menempati kedudukan yang istimewa, seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an:
1. Perintah ihsan (baik) pada orang tua dalam Al Qur’an langsung sesudah perintah hanya beribadah kepada Allah atau larangan mempersekutukan Allah. Dalam Surat 2 ayat 83 dan surat 6 ayat 151.
2. Allah mewasiatkan, mewajibkan maksudnya kepada orang tua untuk ihsan kepada orang tua, ayatnya ada di surat Al Ankabut, surat 29 ayat 8 dan Surat Al Ahqaf, surat 46 ayat 15.
3. Allah meletakkan perintah terima kasih kepada orang tua setelah terima kasih kepada Allah (QS. Luqman (31) : 14).
4. Dalam hadits Muttafaqun ‘alaih, Rasul saw, meletakkan birrul walidain sebagai amalan kedua terbaik setelah shalat tepat waktu.
5. Dalam hadits Mutafaqun’alaih juga, Rasul saw meletakkan durhaka kepada orang tua atau ‘uququl walidain sebagai dosa terbesar kedua setelah syirik kepada Allah.
6. Rasulullah mengkaitkan keridlaan dan kemarahan Allah swt dengan keridlaan dan kemarahan orang tua. Ridlallah fi ridla walidain. (HR. Tirmidzi).
ternyata kedudukan ibu dan bapak itu sangat istimewa. Sebenarnya apa yang menyebabkan kedududkan orang tua itu istimewa?
Ingatlah bahwa Allah menciptakan manusia di bumi ini untuk dijadikan sebagai khalifah? sesuai dengan fitrah makhluk, makhluk itu artinya yang diciptakan, makhluk itu pasti mati atau tidak kekal. Jadi supaya khalifah di bumi ini tidak habis karena mati maka Allah selalu membuat “manusia-manusia baru” untuk meneruskan tugas sebagai khalifah ini. Kita bisa ngebayangin, seandainya tiba-tiba di bumi ini pertambahan manusianya langsung dalam bentuk orang dewasa? Kalau manusia langsung dewasa bagaimana mereka belajar dan secara tiba-tiba mereka harus menjadi seorang khalifah? oleh sebab itu, Allah membuat khalifah itu dengan pertama-tama membuat mereka dalam bentuk anak atau bayi ya.
Dan kalau kita pikir-pikir bagaimana caranya supaya anak kecil atau bayi tersebut yang tidak bisa apa-apa, yang lahir dalam keadaan tidak berdaya itu bisa hidup di dunia ini sendiri dan belajar segala halnya sendiri? oleh karena itu Allah “menitpkan” bayi tersebut kepada sepasang manusia yang udah menikah untuk mengurus bayi tersebut. Sebenarnya, antara bayi atau calon manusia dengan sepasang manusia yang udah menikah ini tidak ada hubungannya apa-apa. Sepasang manusia ini hanya Allah kasih rahmat berupa kasih sayang sehingga mereka jatuh sayang dan sangat menyayangi calon manusia yang sebenarnya tidak mereka kenal sebelumnya. Dari rahmat kasih sayang tadi akhirnya muncul sebutan ayah, ibu, dan anak dan hubungan mereka menjadi sangat kuat. Tanpa kasih sayang dari Allah ini, tidak mungkin sepasang manusia tadi rela memelihara dan “menyerahkan seluruh hidupnya” untuk calon manusia yang tidak mereka kenal. Maha Besar Allah yang membuat segala sesuatu menjadi mungkin. Dengan rahmat ini akhirnya calon manusia tersebut bisa hidup dan tumbuh layak seperti kita ini.
Dan ternyata, Allah suka menitipkan anak ke setiap pasangan. Jadi bisa dibilang, setiap anak itu ada yang beruntung dan ada yang tidak dalam mendapatkan orang tua. Ada yang Allah kasih jadi anak presiden, anaknya menteri, bahkan Allah menitipkan seorang anak keseorang tukang becak atau pembantu rumah tangga. Dan ada juga yang yang Allah titipkan kepada orang yang tidak bertanggung jawab. Tapi bukan berarti Allah tidak adil. Karena Allah Maha Tahu apa yang paling baik untuk kita.
Sebagaimana dalam surat Luqman ayat 14:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (supaya berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya yang telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang semakin lemah, dan menyusukannya dalam dua tahun (selambat-lambat waktu menyapih adalah setelah anak berumur dua tahun). Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu”.
Hanya satu ayat tapi syarat makna. Begitulah dalamnya pengorbanan orang tua kita pada kita sampai tidak mungkin kita dapat membalasnya, kecuali dengan memerdekakan orang tua kita seandainya beliau adalah seorang budak, begitu disebutkan dalam hadist riwayat Muslim.

• Hadits Akhlak Terhadap Orang Tua
Tambahan hadist-hadist yang menyangkut Ahlak Terhadap Orang Tua

Hadits pertama:

Dari Abdullah Bin Mas'ud berkata: "Aku bertanya kepada Rasulullah: "Amalan apakah yang dicintai oleh Allah" Beliau menjawab: "Sholat pada waktunya. Aku bertanya lagi: "Kemudian apa" Beliau menjawab: "Berbakti kepada kedua orang tua". Aku bertanya lagi: "Kemudian apa" Beliau menjawab: "Jihad dijalan Allah". (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Hadits kedua:

Dari Abdullah Bin Mas'ud berkata: "Aku bertanya kepada Rasulullah: "Amalan apakah yang dicintai oleh Allah" Beliau menjawab: "Sholat pada waktunya. Aku bertanya lagi: "Kemudian apa" Beliau menjawab: "Berbakti kepada kedua orang tua". Aku bertanya lagi: "Kemudian apa" Beliau menjawab: "Jihad dijalan Allah". (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Hadits ketiga:

Dari Ibnu Umar berkata: Rasulullah bersabda: "Berbaktilah kepada bapakbapak kamu niscaya anak-anak kamu akan berbakti kepada kamu. Hendaklah kamu menjaga kehormatan niscaya istri-istri kamu akan menjaga kehomatan". (HR. Ath-Thabrani dengan sanad hasan).

Hadits keempat:

Dari Asma binti Abu Bakar ia berkata: "Ibuku mendatangiku, sedangkan ia seorang wanita musyrik di zaman Rasulullah . Maka aku meminta fatwa kepada Rasulullah dengan mengatakan: "Ibuku mendatangiku dan dia menginginkan aku (berbuat baik kepadanya), apakah aku (boleh) menyambung (persaudaraan dengan) ibuku" beliau bersabda: "ya, sambunglah ibumu". (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Imam Syafi'i Rahimahullah berkata: "Menyambung persaudaraan itu bisa dengan harta, berbakti, berbuat adil, berkata lemah lembut, dan saling kirim surat berdasarkan hukum Allah. Tetapi tidak boleh dengan memberikan walayah (kecintaan dan pembelaan) kepada orang-orang yang terlarang untuk memberikan walayah kepada mereka (orang-orang kafir)."

Ibnu Hajar Rahimahullah bekata: "Kemudian bahwa berbakti, menyambung persaudaraan dan berbuat baik itu tidak mesti dengan mencintai dan menyayangi (terhadap orang kafir walaupun orang tuanya) yang hal itu dilarang di dalam firman Allah : Kamu tidak akan menjumpai satu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. (Al-Mujadilah: 22), karena sesungguhnya ayat ini umum untuk (orang-orang kafir) yang memerangi ataupun yang tidak memerangi". (Fathul Bari V/ 233).

Dalam kitabul 'Isyrah, Thabrani meriwayatkan dengan sanad yang sampai kepada Sa'ad bin Malik , dia berkata: "Dahulu aku seorang laki-laki yang berbakti kepada ibuku. Setelah masuk Islam, ibuku berkata: "Hai Sa'ad! Apa yang kulihat padamu telah mengubahmu, kamu harus meninggalkan agamamu ini atau aku tidak akan makan dan minum hingga aku mati, lalu kamu dipermalukan karenanya dan dikatakan: Hai pembunuh ibu!" Aku menjawab: "Hai Ibu! Jangan lakukan itu". Sungguh dia tidak makan, sehingga dia menjadi letih. Tindakannya berlanjut hingga tiga hari, sehingga tubuhnya menjadi letih sekali. Setelah aku melihatnya demikian aku berkata: "Hai Ibuku! Ketahuilah, demi Allah, jika kamu punya seratus nyawa, lalu kamu menghembuskannya satu demi satu maka aku tidak akan meninggalkan agamaku ini karena apapun. Engkau dapat makan maupun tidak sesuai dengan kehendakmu". (Tafsir Ibnu Katsir III/791).




Hadits kelima:

Dari Abu Usaid Malik bin Rabi'ah As-Sa'idi berkata: "Ketika kami sedang duduk dekat Rasulullah , tiba-tiba datang seorang laki-laki dari (suku) Bani Salamah lalu berkata: "Wahai Rasulullah, apakah masih ada sesuatu yang aku dapat lakukan untuk berbakti kepada kedua orangtuaku setelah keduanya wafat Beliau bersabda: "Ya, yaitu mendoakan keduanya, memintakan ampum untuk keduanya, menunaikan janji, menyambung persaudaraan yang tidak disambung kecuali karena keduanya, dan memuliakan kawan keduanya". (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban di dalam sahihnya)

Hadits keenam:

”Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas kamu (dari perbuatan) durhaka kepada para ibu, mengubur anak perempuan hidup-hidup, menahan apa yang menjadi kewajibanmu untuk diberikan, dan menuntut apa yang tidak menjadi hakmu. Allah juga membenci tiga hal bagi kamu desas-desus, banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta”. (HR. Al-Bukhari dan lainnya)

Reperensi:
http://kubahkuning.blogspot.com/2009/04/kajian-akhlak-adab-terhadap-orang-tua.html
http://mubarok-institute.blogspot.com
http://neji53.wordpress.com/2008/12/15/akhlak-terhadap-orang-tua/
http://neraandianti.multiply.com/journal/item/392/Akhlak_Kepada_Orang_Tua_dan_Kerabat

Akhlak Terhadap Orang Tua dan Kerabat

Akhlak
admin | Khairu Ummah | Saturday, March 1st, 2008

“Allah Tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan bertaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangi-mu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerlmu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil“. (QS. Al-Mumtahanah [60]: 8 )
Definisi akhlak menurut Imam Al-Gozali adalah: Ungkapan tentang sikap jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan mudah dan tidak memerlukan pertimbangan atau pikiran terlebih dahulu.
Kata akhlak berasal dari bahasa Arab yaitu khalaqa-yahluqu, artinya menciptakan, dari akar kata ini pula ada kata makhluk (yang diciptakan) dan kata khalik (pencipta), maka akhlak berarti segala sikap dan tingkah laku manusia yang datang dari pencipta (Allah swt). Sedangkan moral berasal dari maros (bahasa latin) yang berarti adat kebiasaan, disinilah terlihat berbeda antara moral dengan akhlak, moral berbentuk adat kebiasaan ciptaan manusia, sedangkan akhlak berbentuk aturan yang mutlak dan pasti yang datang dari Allah swt. Kenyataannya setiap orang yang bermoral belum tentu berakhlak, akan tetapi orang yang berakhlak sudah pasti bermoral. Dan Rasulullah saw di utus untuk menyempurnakan akhlak manusia sebagaimana sabdanya dalam hadist dari Abu Khurairah, “Sesungguhnya aku diutus Allah semata-mata untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak manusia.” Dalam AI-Quran surat An-Nisa Allah Menjelaskan: Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu, Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membamgga-banggakan diri. (QSAn-Nisa[4]: 36).
Ayat di atas menjelaskan tentang dua akhlak yang harus dimiliki manusia.
Pertama. Akhlak kepada Allah swt yaitu untuk beriman dan bertakwa kepada Allah swt dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya, serta memurnikan keimanan dengan tidak menyekutukan AHah swt dengan sesuatu apapun. Sebagaimana Allah jelaskan dalam Al-Quran: Sesungguhnya Allah tidak a/can mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari syirik itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang menyekutukan Allah, maka sungguh la telah berbuat dosa yang besar. (QS. An-Nisa [4]: 48).
Seorang muslim harus menjaga akhlaknya terhadap Allah swt, tidak mengotorinya dengan perbuatan syirik kepada-Nya. Sahabat Ismail bin Umayah pernah meminta nasihat kepada Rasulullah saw, lalu Rasulyllah memberinya nasihat singkat dengan mengingatkan, “Janganlah kamu menjadi manusia musyrik, menyekutukan Allah swt dengan sesuatupun, meski kamu harus menerima resiko kematian dengan cara dibakar hidup-hidup atau tubuh kamu dibelah menjadi dua“. (HR. Ibnu Majah).
Kedua. Akhlak terhadap manusia, yaitu untuk selalu berbuat baik (ihsan) . tanpa memiliki batasan, dan merupakan nilai yang universal terhadap manusia, agama bahkan terhadap musuh sekali-pun. Perhatikan firman Allah swt: Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al-Mumtahanah [60]: 8).
Berakhlak baik terhadap sesama pada hakikatnya merupakan wujud dari rasa kasih sayang dan hasil dari keimanan yang benar, sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Mukmin yang paling sempurna imanya ialah yang paling baik akhlaknya. Dan yang paling baik diantara kamu ialah mereka yang paling baik terhadap isterinya“. (HR. Ahmad).
Oleh karena itu agama Islam tidak membenarkan memandang rendah orang lain. Sebagaimana Allah jelaskan dalam Al-Quran surat ‘Abasa. Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya, Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya dari dosa, atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? (QS. Abasa [80]: 1-4).
Dan dalam hadits yang diriwayatkan dari Siti Aisyah r a, ia berkata, “surat Abasa turun ketika Atikah binti Abdullah bin Ummi Maktum meminta petunjuk dan pengajaran dari Rasulullah saw, sedangkan Rasulullah saw tidak mem-perhatikannya karena pada saat itu dia sedang berdialog dengan para pembesar kaum Quraisy“. (HR. Tirmizi dan Hakim).
Kalau kita perhatikan ayat dan hadist di atas, perbuatan berpaling muka dan tidak meperhatikan saja telah langsung diperingatkan oleh Allah Swt, yang menurut kita hal seperti itu adalah perbuatan yang biasa. Apalagi perbuatan serta sikap (akhlak) tercela lainya seperti, sombong, ingin menang sendiri, merasa paling benar, paling pandai, suka menghina dan merendahkan orang lain hanya dari tampilan fisiknya saja. Dalam hal ini Rasulullah saw telah memberikan contoh akhlak (perbuatan baik) yang patut untuk kita ikuti dan diteladani.
Akhlak Rasulullah saw.
Gerak-gerik seseorang mencerminkan ketajaman akal dan kejernihan hati-nya, kita bisa menilai keadaan seseorang melalui prilaku dan perangainya. Lalu bagaiman tingkah dan prilaku Rasulullah saw?
Perhatikan komentar Aisyah, istri tercinta Rasulullah saw dan sekaligus orang yang paling mengenal akhlak Nabi Muhammad saw. Katanya, “Rasulullah saw bukan orang yang suka berkata keji, bukan orang yang buruk perangai, bukan orang yang suka berkeliaran di pasar, bukan pula orang yang membalas kejelekan (kejahatan) dengan Kejelekan, akan tetapi orang yang suka memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain“. (HR. Ahmad).
Ketika Husain bin Ali, cucu Rasulullah saw menceritakan bagaimana keagungan akhlak kakeknya itu dalam sebuah riwayat. “Aku bertanya kepada Ayah (Ali bin Abi Thalib) tentang bagaimana Rasulullah saw di tengah-tengah sahabatnya. Ayah berkata : Rasulullah selalu menyenangkan, santai dan terbuka, mudah berkomunikasi dengan siapapun, lemah lembut dan sopan, tidak keras dan tidak terlalu lunak, tidak pemah mencela, tidak pemah menuntut dan menggerutu, tidak mengulur-ulur waktu dan tidak tergesa-gesa. Beliau meninggalkan tiga hal yaitu, riya, boros, dan sesuatu yang tidak berguna, Rasulullah saw juga tidak pemah mencaci, menegur kesalahan dan tidak mencari kesalahan orang, tidak bicara kecuali yang bermanfaat dan berpahala, kalau beliau berbicara maka yang lain diam dan menunduk, tidak pernah disela atau dipotong pembicaraannya, membiarkan orang menyelesaikan pembicaraannya, tertawa bersama mereka yang tertawa, heran bersama orang yang heran, rajin dan sabar dalam menghadapi orang asing yang tidak sopan, segera memberi apa-apa yang diperlukan orang yang tertimpa musibah (kesusahan), tidak menerima pujian kecuali dari yang pernah dipuji olehnya“. (HR. Tirmizi).
Diantara sekian banyak sifat-sifat Rasulullah saw di atas, ternyata juga Rasulullah saw seorang yang pemalu, malu dalam hal yang pantas untuk malu, tetapi tegas dalam yang menyangkut akhlak dan kebenaran, sampai-sampai sahabat beliau Abu Said Al-Khurdi menyatakan, “Rasulullah saw lebih pemalu dari seorang gadis dalam pingitan. Bila beliau melihat sesuatu yang tidak disukainya kami tahu dari raut wajahnya“. (HR. Bukhari).
Dari sekian keagungan akhlak yang dimiliki Rasulullah saw, apabila salah satunya bisa kita ikuti dan diteladani, niscaya akan menjadi kebaikan yang tidak pernah mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan pula, apalagi jika kita dapat mengikuti semua akhlak dan perilaku beliau akan lebih mendatangkan kebaikan. Maka sudah sepantasnyalah bagi kita yang mengaku sebagai umat Muhammad Rasulullah saw untuk mencontoh, meneladani akhlaknya yang sangat mulia, sehingga kita menjadi manusia yang membawa Rahmat bagi alam semesta. Sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling mendengki, dan janganlah kamu saling menjatuhkan. Dan hendaklah kamu menjadi hamba Allah yang bersaudara dan tidak boleh seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari“. (HR. Anas)
Sumber : Khairu Ummah Edisi 7 Tahun XVII Februari 2008http://mimbarjumat.com/archives/29

Akhlak Kepada Orang Tua dan Kerabat
Jun 13, '07 11:54 PM
for everyone


Al Qur'an secara tegas mewajibkan manusia untuk berbakti kepada kedua
orang tuanya (Q/17:23). Berbakti kepada kedua orang tua (birrul
walidain) merupakan alkhoir, yakni nilai kebaikan yang secara
universal diwajibkan oleh Tuhan. Artinya nilai kebaikan berbakti
kepada orang tua itu berlaku sepanjang zaman dan pada seluruh lapisan
masyarakat. Akan tetapi bagaimana caranya berbakti sudah termasuk
kategori al ma'ruf, yakni nilai kebaikan yang secara sosial diakui
oleh masyarakat pada suatu zaman dan suatu lingkungan.

Dalam hal ini al Qur 'anpun memberi batasan, misalnya seperti yang
disebutkan dalam surat al Isra, bahwa seorang anak tidak boleh
berkata kasar apalagi menghardik kepada kedua orang tuanya(Q/17: 23).
Seorang anak juga harus menunjukkan sikap berterima kasihnya kepada
kedua orang tua yang menjadi sebab kehadirannya di muka bumi. Di mata
Tuhan sikap terima kasih anak kepada orang tuanya dipandang sangat
penting, sampai perintah itu disampaikan senafas dengan perintah
bersyukur kepadaNya (anisykur li wa liwa lidaika (Q/31:14)). Meski
demikian, kepatuhan seorang anak kepada orang tua dibatasi dengan
kepatuhannya kepada Tuhan. Jika orang tua menyuruh anaknya.

melakukan hal-hal yang bertentangan dengan perintah Tuhan, maka sang
anak dilarang mematuhi perintah orang tua tersebut, seraya tetap
harus menghormatinya secara patut (ma'ruf) sebagai orang tua (Q/
31:15). Seorang anak, oleh Nabi juga dilarang berperkara secara
terbuka dengan orang tuanya di forum pengadilan, karena hubungan
anak —orang tua bukan semata-mata hubungan hukum yang mengandung
dimensi kontrak sosial melainkan hubungan darah yang bernilai sakral.

Sementara itu orang tua harus adil dalam memberikan kasih sayangnya
kepada anak-anaknya. Diantara kewajiban orang tua kepada anak-anaknya
adalah; memberi nama yang baik, menafkahi, mendidik mereka dengan
agama (akhlak kehidupan) dan menikahkan jika sudah tiba waktunya.

Adapun jika orang tua sudah meninggal, maka kewajiban anak kepada
orang tua adalah (a) melaksanakan wasiatnya, (b) menjaga nama
baiknya, (c) meneruskan cita-citanya, (d) meneruskan silaturahmi
dengan handai tolannya, (e) memohonkan ampun kepada Tuhan.
Dalam hubungan dengan kerabat, secara umum semangat hubungan baiknya
sejalan dengan semangat keharusan berbakti kepada orang tua. Paman,
bibi, mertua dan seterusnya harus dideretkan dalam deretan orang tua,
saudara misan yang muda dan seterusnya dideretkan pada saudara muda
atau adik, yang tua dideretkan kepada kakak. Secara spesifik kerabat
harus didahulukan dibanding yang lain, misalnya jika seseorang
mengeluarkan zakat, kemudian diantara kerabatnya ada orang miskin
yang layak menerima zakat itu, maka ia harus didahulukan dibanding
orang miskin yang bukan kerabat. Semangat etik hubungan kekerabatan
diungkapkan oleh Rasulullah dengan kalimat menghormati kepada yang
lebih tua dan menyayangi kepada yang lebih muda. (laisa minna man lam
yuwagir kabirana wa lam yarham soghirana).

Hadits) Akhlak Terhadap Orang Tua (1)
Tambahan hadist-hadist yang menyangkut Ahlak Terhadap Orang Tua
Haditspertama:

Dari Abdullah Bin Mas'ud berkata: "Aku bertanya kepada Rasulullah: "Amalan apakah yang dicintai oleh Allah" Beliau menjawab: "Sholat pada waktunya. Aku bertanya lagi: "Kemudian apa" Beliau menjawab: "Berbakti kepada kedua orang tua". Aku bertanya lagi: "Kemudian apa" Beliau menjawab: "Jihad dijalan Allah". (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Haditskedua:

Dari Abdullah Bin Mas'ud berkata: "Aku bertanya kepada Rasulullah: "Amalan apakah yang dicintai oleh Allah" Beliau menjawab: "Sholat pada waktunya. Aku bertanya lagi: "Kemudian apa" Beliau menjawab: "Berbakti kepada kedua orang tua". Aku bertanya lagi: "Kemudian apa" Beliau menjawab: "Jihad dijalan Allah". (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Haditsketiga:

Dari Ibnu Umar berkata: Rasulullah bersabda: "Berbaktilah kepada bapakbapak kamu niscaya anak-anak kamu akan berbakti kepada kamu. Hendaklah kamu menjaga kehormatan niscaya istri-istri kamu akan menjaga kehomatan". (HR. Ath-Thabrani dengan sanad hasan).

Haditskeempat:

Dari Asma binti Abu Bakar ia berkata: "Ibuku mendatangiku, sedangkan ia seorang wanita musyrik di zaman Rasulullah . Maka aku meminta fatwa kepada Rasulullah dengan mengatakan: "Ibuku mendatangiku dan dia menginginkan aku (berbuat baik kepadanya), apakah aku (boleh) menyambung (persaudaraan dengan) ibuku" beliau bersabda: "ya, sambunglah ibumu". (HR. Al-Bukhari dan Mus lim).

Imam Syafi'i Rahimahullah berkata: "Menyambung persaudaraan itu bisa dengan harta, berbakti, berbuat adil, berkata lemah lembut, dan saling kirim surat berdasarkan hukum Allah. Tetapi tidak boleh dengan memberikan walayah (kecintaan dan pembelaan) kepada orang-orang yang terlarang untuk memberikan walayah kepada mereka (orang-orang kafir)...."

Ibnu Hajar Rahimahullah bekata: "Kemudian bahwa berbakti, menyambung persaudaraan dan berbuat baik itu tidak mesti dengan mencintai dan menyayangi (terhadap orang kafir walaupun orang tuanya) yang hal itu dilarang di dalam firman Allah : Kamu tidak akan menjumpai satu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. (Al-Mujadilah: 22), karena sesungguhnya ayat ini umum untuk (orang-orang kafir) yang memerangi ataupun yang tidak memerangi". (Fathul Bari V/ 233).

Dalam kitabul 'Isyrah, Thabrani meriwayatkan dengan sanad yang sampai kepada Sa'ad bin Malik , dia berkata: "Dahulu aku seorang laki-laki yang berbakti kepada ibuku. Setelah masuk Islam, ibuku berkata: "Hai Sa'ad! Apa yang kulihat padamu telah mengubahmu, kamu harus meninggalkan agamamu ini atau aku tidak akan makan dan minum hingga aku mati, lalu kamu dipermalukan karenanya dan dikatakan: Hai pembunuh ibu!" Aku menjawab: "Hai Ibu! Jangan lakukan itu". Sungguh dia tidak makan, sehingga dia menjadi letih. Tindakannya berlanjut hingga tiga hari, sehingga tubuhnya menjadi letih sekali. Setelah aku melihatnya demikian aku berkata: "Hai Ibuku! Ketahuilah, demi Allah, jika kamu punya seratus nyawa, lalu kamu menghembuskannya satu demi satu maka aku tidak akan meninggalkan agamaku ini karena apapun. Engkau dapat makan maupun tidak sesuai dengan kehendakmu". (Tafsir Ibnu Katsir III/791).

Haditskelima:

Dari Abu Usaid Malik bin Rabi'ah As-Sa'idi berkata: "Ketika kami sedang duduk dekat Rasulullah , tiba-tiba datang seorang laki-laki dari (suku) Bani Salamah lalu berkata: "Wahai Rasulullah, apakah masih ada sesuatu yang aku dapat lakukan untuk berbakti kepada kedua orangtuaku setelah keduanya wafat Beliau bersabda: "Ya, yaitu mendoakan keduanya, memintakan ampum untuk keduanya, menunaikan janji, menyambung persaudaraan yang tidak disambung kecuali karena keduanya, dan memuliakan kawan keduanya". (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban di dalam sahihnya)

Haditskeenam:

Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas kamu (dari perbuatan) durhaka kepada para ibu, mengubur anak perempuan hidup-hidup, menahan apa yang menjadi kewajibanmu untuk diberikan, dan menuntut apa yang tidak menjadi hakmu. Allah juga membenci tiga hal bagi kamu desas-desus, banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta. (HR. Al-Bukhari dan lainnya)


Wassalam,
agussyafii
(siraatalmustaqiim)
http://neraandianti.multiply.com/journal/item/392/Akhlak_Kepada_Orang_Tua_dan_Kerabat


Cabang-Cabang Akhlak
at 9:04 PM
Manusia adalah makhluk sosial di samping sebagai individu yang unik. Sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan orang lain sebagai medan aktualisasi diri. Tanpa orang lain manusia tidak akan menjadi manusia. Manusia akan menjadi siapa juga bergantung dengan siapa is hidup bermasyarakat. Pergaulan sosial masyarakat akan melahirkan norma-norma sosial, suatu nilai yang disepakati oleh masyarakat sebagai kebaikan atau keburukan, dan dalam hal ethics disebut etika sosial, dan dalam ilmu akhlak disebut al ma'ruf, yaitu sesuatu yang secara sosial diketahui umum sebagai kebaikan. Sesuai dengan luasnya lingkup pergaulan manusia maka dalam etika lahir cabang-cabang etika, seperti etika sosial, etika politik, etika bisnis, etika kedokteran dan sebagainya, yang kesemuanya merupakan tuntunan tentang apa yang sebaiknya dilakukan dan apa yang tidak selayaknya dilakukan dalam bidangnya masing-masing. Sesuai dengan ruang lingkup ethica yang bersumber kepada akal atau kebudayaan, maka cabang-cabang etika, kesemuanya mengatur tata nilai hubungan horizontal antar manusia.

Adapun akhlak yang bersumber kepada nilai-nilai universal wahyu, ruang lingkupnya mencakup hubungan horizontal antara manusia dengan manusia lain dan alam sekitarnya dan hubungan vertikal manusia dengan Tuhannya. Secara rinci akhlak manusia dalam perspektip hubungan vertikal dan horizontal adalah sebagai berikut:

A. AKHLAK MANUSIA TERHADAP MANUSIA

1. Akhlak Terhadap Nabi
Tuhan memberikan petunjuk kepada manusia dalam empat tingkatan. Yaitu (1) instink, (2) panca indera, (3) akal, dan (4) wahyu. Petunjuk pertama dan ke dua disamping kepada manusia juga diberikan kepada hewan. Petunjuk ke tiga, yakni akal adalah hal yang menyebabkan manusia berbeda dengan hewan. Dengan akalnya manusia bisa memecahkan masalah yang dihadapi (problem solving) sehingga manusia mampu merencana, mengevaluasi dan merekayasa apa apa yang diperlukan. Meskipun manusia memiliki keterbatasan fisik, misalnya tidak dapat terbang seperti burung atau tidak dapat menyelam seperti ikan tetapi dengan akalnya, manusia mampu mengatasi kekurangan itu. Dengan akalnya manusia mampu mengerjakan semua hal yang dikerjakan binatang. Dengan teknologi yang dibuatnya manusia mampu menguasai bumi dan atsmosfirnya bagi keperluan hidupnya.

Disamping hal-hal yang bersifat teknis, manusia dengan akalnya dapat pula membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang secara etis harus dikerjakan dan mana yang tidak boleh dikerjakan. Oleh karena itu dengan akalnya manusia harus mempertanggungjawabkan perbuatanya, baik kepada masyarakatnya sebagai sistem sosial maupun kepada Tuhan kelak di akhirat. Meski demikian, akal tidak bisa menentukan kebenaran universal, karena setiap orang berbeda pula akalnya. Kebenaran menurut akal sangat relatip, karena manusia masih dipengaruhi oleh hal-hal yang subyektip sehingga manusia tidak bisa mencapai kebahagiaan hakiki jika hanya menggunakan akal. Akal hanya bisa menemukan kebenaran, bukan menentukan.Untuk melengkapi rahmat Nya, Tuhan memberikan hidayah ke empat, yaitu wahyu. Wahyu adalah kebenaran universal yang diturunkan Tuhan untuk membimbing manusia mencapai kebahagiaan hakiki. Sesuai dengan tingkat kemampuan manusia menyerap informasi, maka Tuhan mengirimkan Nabi atau Rasul sebagai pembawa wahyu sekaligus sebagai contoh teladan hidup yang benar. Jika dalam agama Kristen Yesus dikatakan sebagai firman yang hidup, maka dalam Islam, nabi

Muhammad dianggap sebagai perwujudan dari nilai-nilai kebenaran wahyu Al- Qur'an (kana khuluquhu al Qur'an) dan teladan utama manusia (uswah hasanah). Nabi adalah utusan Tuhan kepada masyarakat manusia. Ada Nabi yang diperuntukkkan bagi sekelompok masyarakat pada suatu zaman, ada yang diperuntukkan bagi ummat manusia secara keseluruhan dan sepanjang masa. Menurut pandangan Islam, Nabi Muhammad adalah nabi penutup atau Nabi terakhir yang ajarannya berlaku bagi seluruh ummat manusia hingga akhir zaman. Secara mendasar tidak ada pertentangan antara wahyu yang dibawa oleh Nabi terdahulu dengan yang dibawa oleh Nabi terkemudian, karena kesemuanya berasal dari sumber yang sama (min manba'in wahid).

Wujud Akhlak manusia kepada Nabi. Ketika seorang Nabi masih hidup, maka secara etis dan rasionil, perilaku manusia yang hidup pada masanya dalam menyongsong kehadiran seorang utusan Tuhan adalah menerima dan menghormati serta percaya kepadanya. Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa seorang mukmin harus percaya kepada Nabi (Q/ 7:157) tidak boleh mendustakan Nabi (Q/3:184), tidak boleh berbicara terlalu keras di hadapannya atau sopan (Q/49:2),tidak boleh menyakiti hatinya, (Q/33:53) apalagi membunuhnya (Q/3:21). Selanjutnya manusia diperintahkan untuk mencintai dan membelanya dan mengikuti sunnahnya.

Setelah Nabi wafat, perilaku seorang mukmin terhadap Nabinya adalah:
(a) Mengikuti sunnahnya. Sunnah mengandung pengertian lebih luas dibanding hadis. Sunnah Nabi adalah perilaku keseharian yang dicontohkan oleh Nabi, baik ketika beliau sedang menjalankan ibadah, sedang menjadi kepala keluarga, sedang menjadi kepala negara, sedang menjadi sahabat, menjadi warga masyarakat, menjadi panglima perang dan seterusnya. Yang sering diperdebatkan adalah apakah sunnah Nabi yang harus diikuti itu terbatas kepada perbuatan Nabi sebagai Rasul, atau juga perbuatan nabi sebagai basyar, sebagai manusia biasa. Jumhur ulama berpendapat bahwa seluruh perilaku Nabi, baik ketika menjalankan tugas kerasulan maupun sebagai manusia biasa adalah sunnah yang harus diikuti, karena perbuatan Nabi sebagai manusia


biasapun disinari oleh wahyu sehingga tidak ada satupun perbuatan Nabi yang tercela. Kritikan orientalist kepada perilaku Nabi Muhammad —tentang poligami misalnya— pada umumnya tidak cermat karena analisisnya tidak konprehensip.
(b) Mencintai Nabi. Wujud cinta kepada Nabi antara lain dalam bentuk mengikuti sunnahnya, membaca salawat kepada nya, memberi nama anak-cucu dengan nama-nama yang berhubungan dengan Nabi, dan mengutamakan mengikuti sunnah nabi dari mengikuti hal-hal lain. Salawat adalah doa ma'tsurah, doa yang diajarkan Nabi bahkan diperintahkan dalam al Qur'an. Bagi Nabi sendiri sebagai Rasul yang ma'sum sebenanrnya doa ummatnya tidak berpengaruh apa-apa, tetapi salawat lebih merupakan kebutuhan orang yang membaca karena mengharap syafaat Nabi kelak di akhirat. Adapun memperingati maulid Nabi lebih merupakan kebudayaan dan kebutuhan sosial masyarakat Islam, bukan anjuran Nabi.
posted by : Mubarok institute
http://mubarok-institute.blogspot.com/2007/06/cabang-cabang-akhlak.html


Akhlak terhadap orang tua



Kedudukan Birrul Walidain.
Dalam Islam, birrul walidain menempati kedudukan yang istimewa….mau tau alasannya? Jangan tanya Galileo, soalnya dia ngga ada…, sekarang ayo kita buka Al Qur’an dan kita cari jawabannya….
1. Perintah ihsan (baik) pada orang tua dalam Al Qur’an langsung sesudah perintah hanya beribadah kepada Allah atau larangan mempersekutukan Allah….ayo coba kita lihat surat 2 ayat 83 dengan surat 6 ayat 151…. Siapa yang mau baca ayatnya?…baca yang keras ya supaya semuanya bias ngedenger…. Udah jelas ya ayatnya, jadi ngga usah diterangin lagi, trus…
2. Allah mewasiatkan, mewajibkan maksudnya kepada orang tua untuk ihsan kepada orang tua, ayatnya ada di surat Al Ankabut, surat 29 ayat 8 dan Surat Al Ahqaf, surat 46 ayat 15, nah sekarang yang bacanya gantian dong…. Dalam ayat ini juga udah jelas ya perintah Allah.
3. Allah meletakkan perintah terima kasih kepada orang tua setelah terima kasih kepada Allah (QS. Luqman (31) : 14)
4. Dalam hadits Muttafaqun ‘alaih, Rasul saw, meletakkan birrul walidain sebagai amalan kedua terbaik setelah shalat tepat waktu.
5. Dalam hadits Mutafaqun’alaih juga, Rasul saw meletakkan durhaka kepada orang tua atau ‘uququl walidain sebagai dosa terbesar kedua setelah syirik kepada Allah.
6. Rasulullah mengkaitkan keridlaan dan kemarahan Allah swt dengan keridlaan dan kemarahan orang tua.
Ridlallah fi ridla walidain…(HR. Tirmidzi).
Gimana? ternyata istimewa ya kedudukan ibu dan bapak kita …… sebenarnya apa sih penyebab keistimewaan orang tua kita?… nah untuk yang satu ini saya punya ceritanya nih….
Jadi begini ….. adik-adik inget khan bahwa Allah menciptakan manusia di bumi ini untuk dijadikan sebagai khalifah ? Ya tentu aja dong sesuai dengan fitrah makhluk, makhluk itu artinya yang diciptakan, makhluk itu pasti mati atau tidak kekal. Jadi supaya khalifah di bumi ini enggak habis karena mati maka Allah selalu membuat “manusia-manusia baru” untuk meneruskan tugas sebagai khalifah ini. Adik-adik bisa ngebayangin nggak seandainya tiba-tiba di bumi ini pertambahan manusianya langsung dalam bentuk orang dewasa? Gak mungkin ya? Lagian kalo langsung dewasa gimana mereka belajar dan tiba-tiba harus jadi khalifah? Nah oleh sebab itu, Allah membuat khalifah itu dengan pertama-tama membuat mereka dalam bentuk anak atau bayi ya…..
Nah terus kalo kita pikir lagi gimana caranya nih supaya anak kecil atau bayi tadi yang gak bisa apa-apa, yang lahir dalam keadaan tidak berdaya itu bisa hidup di dunia ini sendiri dan belajar segala halnya sendiri, nggak mungkin kan ?… oleh karena itu akhirnya Allah “nitipin” bayi tadi kepada sepasang manusia yang udah menikah untuk mengurus bayi tadi. Nah sebenernya nih, antara bayi atau calon manusia dengan sepasang manusia yang udah menikah ini nggak ada hubungannya apa-apa. Sepasang manusia ini hanya Allah kasih rahmat berupa kasih sayang sehingga mereka jatuh sayang dan sangat menyayangi calon manusia yang sebenarnya nggak mereka kenal tadi… dari rahmat kasih sayang tadi akhirnya muncul sebutan ayah, ibu, dan anak dan hubungan mereka menjadi sangat kuat. Tanpa kasih sayang dari Allah ini, nggak mungkin deh sepasang manusia tadi rela memelihara dan “menyerahkan seluruh hidupnya” untuk calon manusia yang nggak mereka kenal ini. Wah Maha Besar Allah ya yang membuat segala sesuatu menjadi mungkin. Dengan rahmat ini akhirnya calon manusia tadi bisa hidup dan tumbuh layak seperti kita ini.
Terus, ternyata, kasarnya tuh Allah suka-suka aja nitipin anak ke setiap pasangan. Jadi bisa dibilang, tiap anak itu untung-untungan deh dalam mendapatkan orang tua. Ada yang Allah kasih jadi anak presiden, anaknya menteri, bahkan ada yang Allah titipin jadi anaknya tukang becak atau pembantu rumah tangga. Ada juga lo yang dititipin sama orang yang nggak bertanggung jawab…. Tapi bukan berarti Allah tidak adil lho…karena Allah Maha Tahu yang paling baik buat kita.
Saya pernah dapat cerita dari seorang temen tentang anak jalanan…..ternyata ada di antara mereka yang jadi anak jalanan gara-gara bapaknya nyeleweng dan ibunya udh nggak peduli lagi sama dia sampe akhirnya dia harus ngidupin dirinya sendiri, padahal umurnya masih seanak SD-an gitu…. Terus ada juga yang bahkan disuruh sama ibunya ngegembel gitu…kasian ya….
Kalo kita tau hal itu berarti kita harus banyak bersyukur ya karena ternyata Allah menitipkan kita pada orang yang begitu bertanggung jawab dan begitu menyayangi kita…. Alhamdulillah…berarti kita harus sangat menghargai pengorbanan orang tua kita itu ya….ngga tau deh apa jadinya kalo ternyata orang tua kita nggak pedulian sama kita, wah sedih banget pasti ya….padahal secara nggak langsung kita menyakiti dan merendahkan orang tua kita…..”Bu! sini dong Bu…” atau “Ibu nih gimana sih kalo nyuruh yang bener dong biar kita nggak bingung” atau ….ya kita sendiri pasti tau dan bisa menilai ya….bagaimana perlakuan kita pada orang tua kita…sudah baik, cukup baik, biasa aja, kurang, atau bahkan buruk?! ..Na’udzubillah jangan sampai kita memperlakukan orang tua kita dengan cara yang buruk, Insya Allah, saya yakin kalo adik-adik saya ini sih pada hormat ya pada orang tuanya….kan udah diajarin sama kakak-kakaknya…he…he…he…
Bentuk Birrul Walidain
Nah..setelah kita tau begitu besarnya pengorbanan dan kebaikan orang tu kita pada kita, jadi kira-kira gimana ya cara lkita mencintai dan menunjukkan rasa terima kasih dan hormat kita pada orang tua kita?…..
Siapa yang mau jawab? Kalo untuk pertanyaan yang satu ini jawabannya banyak banget, jadi satu orang harus punya jawaban dan nggak boleh sama, ya saya mulai dari sebelah kanan saya, gimana sih cara kita berbakti pada orang tua kita?….
Benerkan banyak banget, dan semua jawaban bener ya….! Oke deh kita ulang ya….. Jadi berbakti pada orang tua itu bisa dengan cara mengikuti keinginan orang tua selama keinginannya itu nggak menyimpang dari perintah Allah, saya yakin Insya Allah orang tua kita di sini keinginannya nggak ada yang menyimpang dari perintah Allah ya…..keinginan orang tua kita ini banyak, bisa keinginan dalam hal sekolah, pendidikan seperti les dan ngaji dan sebagainya.
Trus bisa juga dengan membantu orang tua kita dalam berbagai bentuk seperti membantu pekerjaan rumah, terus mendoakan orang tua, hormat dalam ucapan dan perbuatan, tidak berkata keras di depan orang tua apalagi mengeluarkan kata-kata kasar, tidak melakukan perbuatan yang menyusahkan hati orang tua, trus misalnya kalo orang tua kita udah meninggal, kita tetap menjaga silaturahim teman-teman dan saudara orang tua kita. Kalo kita udah kerja, ya kita juga bisa menyisihkan sebagian penghasilan kita untuk orang tua kita ya…….
Wah ternyata dalam ya bahasan tentang orang tua ini…. Untuk yang terakhir, coba adik-adik buka surat Luqman ayat 14….coba bacakan keras-keras…iya, yang lain bisa denger semua nggak?… Saya ulangi ya…..
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (supaya berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya yang telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang semakin lemah, dan menyusukannya dalam dua tahun (selambat-lambat waktu menyapih adalah setelah anak berumur dua tahun). Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu”.
Hanya satu ayat tapi syarat makna. Begitulah dalamnya pengorbanan orang tua kita pada kita sampai tidak mungkin kita dapat membalasnya, kecuali dengan memerdekakan orang tua kita seandainya beliau adalah seorang budak, begitu disebutkan dalam hadist riwayat Muslim.
Sekarang setelah kita bahas tentang orang tua, mari kita sama-sama mencoba untuk bersikap lebih sopan dan lebih menyayangi lagi orang tua kita…semoga Allah memudahkan kita untuk mengamalkan ilmu yang Allah berikan pada kita. Amin ya Rabbal’alamin.
http://neji53.wordpress.com/2008/12/15/akhlak-terhadap-orang-tua/
Akhlak Kepada Orang Tua dan Kerabat
agussyafii
Wed, 13 Jun 2007 01:25:38 -0700
Akhlak Kepada Orang Tua dan Kerabat

Al Qur'an secara tegas mewajibkan manusia untuk berbakti kepada kedua
orang tuanya (Q/17:23). Berbakti kepada kedua orang tua (birrul
walidain) merupakan alkhoir, yakni nilai kebaikan yang secara
universal diwajibkan oleh Tuhan. Artinya nilai kebaikan berbakti
kepada orang tua itu berlaku sepanjang zaman dan pada seluruh lapisan
masyarakat. Akan tetapi bagaimana caranya berbakti sudah termasuk
kategori al ma'ruf, yakni nilai kebaikan yang secara sosial diakui
oleh masyarakat pada suatu zaman dan suatu lingkungan.

Dalam hal ini al Qur 'anpun memberi batasan, misalnya seperti yang
disebutkan dalam surat al Isra, bahwa seorang anak tidak boleh
berkata kasar apalagi menghardik kepada kedua orang tuanya(Q/17:23).
Seorang anak juga harus menunjukkan sikap berterima kasihnya kepada
kedua orang tua yang menjadi sebab kehadirannya di muka bumi. Di mata
Tuhan sikap terima kasih anak kepada orang tuanya dipandang sangat
penting, sampai perintah itu disampaikan senafas dengan perintah
bersyukur kepadaNya (anisykur li wa liwa lidaika (Q/31:14)). Meski
demikian, kepatuhan seorang anak kepada orang tua dibatasi dengan
kepatuhannya kepada Tuhan. Jika orang tua menyuruh anaknya.

melakukan hal-hal yang bertentangan dengan perintah Tuhan, maka sang
anak dilarang mematuhi perintah orang tua tersebut, seraya tetap
harus menghormatinya secara patut (ma'ruf) sebagai orang tua (Q/
31:15). Seorang anak, oleh Nabi juga dilarang berperkara secara
terbuka dengan orang tuanya di forum pengadilan, karena hubungan
anak orang tua bukan semata-mata hubungan hukum yang mengandung
dimensi kontrak sosial melainkan hubungan darah yang bernilai sakral.

Sementara itu orang tua harus adil dalam memberikan kasih sayangnya
kepada anak-anaknya. Diantara kewajiban orang tua kepada anak-anaknya
adalah; memberi nama yang baik, menafkahi, mendidik mereka dengan
agama (akhlak kehidupan) dan menikahkan jika sudah tiba waktunya.

Adapun jika orang tua sudah meninggal, maka kewajiban anak kepada
orang tua adalah (a) melaksanakan wasiatnya, (b) menjaga nama
baiknya, (c) meneruskan cita-citanya, (d) meneruskan silaturahmi
dengan handai tolannya, (e) memohonkan ampun kepada Tuhan.
Dalam hubungan dengan kerabat, secara umum semangat hubungan baiknya
sejalan dengan semangat keharusan berbakti kepada orang tua. Paman,
bibi, mertua dan seterusnya harus dideretkan dalam deretan orang tua,
saudara misan yang muda dan seterusnya dideretkan pada saudara muda
atau adik, yang tua dideretkan kepada kakak. Secara spesifik kerabat
harus didahulukan dibanding yang lain, misalnya jika seseorang
mengeluarkan zakat, kemudian diantara kerabatnya ada orang miskin
yang layak menerima zakat itu, maka ia harus didahulukan dibanding
orang miskin yang bukan kerabat. Semangat etik hubungan kekerabatan
diungkapkan oleh Rasulullah dengan kalimat menghormati kepada yang
lebih tua dan menyayangi kepada yang lebih muda. (laisa minna man lam
yuwagir kabirana wa lam yarham soghirana).

Wassalam,
agussyafii


==========================
================================
Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui
http://mubarok-institute.blogspot.com, [EMAIL PROTECTED]


Kajian Akhlak "Adab Terhadap Orang Tua"
Kajian Akhlak
16 April 2009
Ust. Abu Abdirrahman

وَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا-, عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ ) أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ

Artinya : Dari Abdullah Ibnu Amar al-'Ash Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Keridloan Allah tergantung kepada keridloan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua." Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim.

Dari hadits diatas, ada beberapa faedah (manfaat) yang dapat kita ambil, diantaranya :
1. Allah memiliki sifat Ridlo.

Kita wajib meyakini bahwa Allah Subhanuhu wa Ta’ala memiliki sifat Ridlo, yang sifat ini berbeda dengan sifat Ridlo yang dimiliki oleh manusia.

2. Menunjukan betapa besar hak kedua orang tua atas anaknya.

Dalam hal ini Allah Subhanuhu wa Ta’ala mensejajarkan hak-Nya dengan hak dari kedua orang tua. Sebagaimana penjelasan didalam surat Al Luqman ayat ke 14 :
“… bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Dan hanya kepada Aku tempat kembalimu…”

Dan juga di dalam sural Al Asraa ayat yang ke 20 :
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak…”

3. Wajibnya seorang anak untuk membuat ridlo kedua orang tuanya dan haramnya membuat murka kedua orang tua.

Sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : “Celaka, celaka dan celakalah, orang yang masih menjumpai kedua orang tuanya ketika keduanya sudah tua, ataupun salah satu dari kedua orang tuanya, tetapi tidak dapat memasukkan dirinya ke dalam syurga”

Di dalam hadits yang lain, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim, dari Ibnu Mas’ud Radliyallaahu ‘anhu beliau berkata, saya bertanya kepada Rasullullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, Amalan apa yang paling dicintai oleh Allah Subhanuhu wa Ta’ala? Maka Beliau menjawab sholat tepat pada waktunya, kemudian saya bertanya lagi, kemudian apa ya Rosululloh? Beliau menjawab lagi, berbakti kepada kedua orang tua, kemudian apa lagi ya Rosulullah? Maka Beliau menjawab lagi, berjihad dijalan Alloh.

Kemudian di dalam hadits yang lain, yang juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Dari Abu Barkah, Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda : “Tidakkah aku ingin kabarkan kepada kalian tentang dosa besar yang paling besar, yaitu perbuatan menyekutukan Allah Subhanuhu wa Ta’ala (syirik) dan menyakiti kedua orang tua”
4. Taat kepada orang tua hanya sebatas dalam hal yang baik.

Hal ini dikarenakan tidak ada ketaatan didalam kemaksiatan. Artinya seorang anak tidak boleh mentaati kedua orang tuanya sehingga meninggalkan perkara-perkara yang sifatnya kewjiban kepada Allah atau untuk bermaksiat kepada Allah Subhanuhu wa Ta’ala. Tetaapi hal ini tidak menjadi alasan untuk tidak berbuat baik kepada orang tua.

Sebagaiman firman Allah dalam surat luqman ayat yang ke 15, yang artinya:
“kalau kedua orang tuamu memaksa untuk menyekutukan Aku, dimana engkau tidak memiliki ilmu tentangnya, janganlah engkau taat kepadanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik”

Dan sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits yang pernah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam sampaikan :“Tidak ada ketaatan kepada makhluk didalam maksiat kepada Allah Subhanuhu wa Ta’ala”

Kemudian di dalam perkara-perkara yang sifatnya mubah, Syehul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullahu Ta’ala, Beliau menyebutkan:
Seandainya di dalam perkara mubah itu dia tidak taat kepada kedua orang tuanya sehingga membuat kedua orang tuanya tersebut terkena mudharat(berakibat buruk) maka, saat itu dia wajib taat kepada kedua orang tuanya tersebut, dan kemidian seandainya kedua orang tuanya tidak mendapat mudharat karena ketidak taatanya kepada kedua orang tuanya tersebut, maka dalam hal ini pun tetap seseorang tersebut, wajib untuk taat kepada kedua orang tuanya. Wallahu Ta’ala a’lam [ ]
http://kubahkuning.blogspot.com/2009/04/kajian-akhlak-adab-terhadap-orang-tua.html
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Copyright 2009 HIJAB RAHMAH. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates